Antisipasi Harga Tiket Mahal, Maskapai Ingatkan Konsumen Jangan Pesan Tiket Dadakan

Direktur Sriwijaya Air, Joseph mengatakan, membeli tiket jauh-jauh hari cara bagus mendapatkan tiket dengan harga terbaik.

Antisipasi Harga Tiket Mahal, Maskapai Ingatkan Konsumen Jangan Pesan Tiket Dadakan
TRIBUNNEWS/REYNAS ABDILA
Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA) di acarakonferensi pers penurunan harga tiket pesawat terbang di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional memberikan tips cara memesan tiket pesawat agar tidak terkena tarif yang mahal.

Direktur Lion Air Rudy Lumingkewas menyatakan, harga tiket mahal bisa disebabkan kebiasaan konsumen membeli tiket dadakan di hari H keberangkatan.

Dia menjelaskan, Lion Air selalu mengalokasikan 10-15 persen dari kuota seluruh kursi rute penerbangan untuk harga tiket.

“Bookingnya jangan last minute. Ini perlu disampaiakn kami menyanrankan tetap harus jauh-jauh hari karena prinsipnya kami mengikuti supply dan demand,” kata Rudy.

Direktur Sriwijaya Air, Joseph mengatakan, membeli tiket jauh-jauh hari cara bagus mendapatkan tiket dengan harga terbaik.

“Meneruskan pendapat Lion Air Group. Kami juga memberikan saran yang sama agar pemesanan tiket paling bagus satu bulan sebelumnya jadwal berangkat,” paparnya.

Baca: Respon Keluhan Konsumen, INACA Akhirnya Turunkan Harga Tiket Pesawat Mulai Hari Ini

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) hari ini mengumumkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat menyusul banyaknya keluhan konsumen.

“Walaupun di tengah kesulitan maskapai, tapi kami mendengar keluhan masyarakat. Kami berdiskusi sejak Jumat (11/1/2019 untuk komitmen positif menurunkan harga tiket,” kata Ari sapaanya di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Baca: Eks Muncikari Robby Abbas Bongkar Artis Ternama Hamil Saat Terlibat Prostitusi, Ini Kesaksiannya

Ia menjelaskan penurunan harga tiket ini berdasarkan supply dan demand pasar, adapun penurunan tarif tidak termasuk Passenger Service Charge (PSC) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

INACA menyebut maskapai penerbangan selama ini tidak pernah melanggar regulasi yang berlaku soal tarif batas atas.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved