Kementan Serahkan Bantuan 40 Ton Benih Padi VUB untuk Gapoktan Tasikmalaya

Kementan menyerahkan benih padi Varietas Unggul Baru (VUB) kepada petani dan penangkar melalui Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan).

Kementan Serahkan Bantuan 40 Ton Benih Padi VUB untuk Gapoktan Tasikmalaya
Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan benih padi Varietas Unggul Baru (VUB) kepada petani dan penangkar melalui Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan). Penyerahan ini merupakan program berkelanjutan dari program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) yang digagas oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan benih padi Varietas Unggul Baru (VUB) kepada petani dan penangkar melalui Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan).

Penyerahan ini merupakan program berkelanjutan dari program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) yang digagas oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

"Totalnya 40 ton, tapi kami serahkan secara simbolis. Adapun VUB yang diserahkan terdiri atas Varietas Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 42 Agritan Green Super Rice dan Situbagendit. VUB ini juga memiliki keunggulan potensi hasil tinggi, pulen dan memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit utama padi," kata Kepala BB Padi Sukamandi, Priatna Sasmita, Sabtu (12/1/2019).

Baca: Raffi Ahmad Ingin Pertemukan Rafathar dengan Jan Ethes, Presiden Jokowi Bilang Begini

Sementara 85.523 tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap.

Priatna mengatakan, penyerahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengganti penggunaan VUB lama karena ketahanannya terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sudah tidak efektif.

Untuk itu, penggantian VUB yang baru diprediksi mampu meningkatkan potensi hasil produksi padi secara nyata.

Baca: Cerita Pemburu Piton Jantan dan Betina 15 Meter, Bergumul di Rawa Tebas Kepalanya

Varietas Inpari 32 HDB memiliki keunggulan dan potensi hasil tinggi sebanyak 8,42 ton per ha.
Beras ini juga dikenal pulen dan tahan penyakit kresek (HDB=Hawar Daun Bakteri), sedangkan varietas Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) memiliki keunggulan tinggi, yakni 10,58 ton per ha serta relatif tahan terhadap penyakit kresek (HDB).

Persawahan di Tasikmalaya
Persawahan di Tasikmalaya.

Menurut Priatna, varietas ini sangat ramah lingkungan karena penggunaan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida relatif sedikit.

Hal ini sebagai dampak dari implikasi adaptasi yang baik dan tahan terhadap beberapa OPT.

Varietas lainnya Situbagendit, merupakan padi gogo yang dapat beradaptasi baik terhadap kondisi sawah (basah) maupun lahan kering atau bersifat Amfibi.

Baca: Mbah Mijan Deg-degan Ariel Noah dan Luna Maya Kembali Dekat: Mari Doakan Mereka

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved