Relaksasi DNI Ancam Pertumbuhan Industri Dalam Negeri  

Anggota Komisi VI DPR RI, Lili Asdjudiredja mengungkapkan kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi DNI ancam pertumbuhan industri dalam negeri.

Relaksasi DNI Ancam Pertumbuhan Industri Dalam Negeri   
Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Lili Asdjudireja 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komitmen pemerintah melindungi industri dalam negeri patut dipertanyakan ketika pemerintah bermaksud merilis kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Industri kecil, menengah dan BUMN akan porak-poranda, alih-alih mengundang investasi asing, Indonesia malah hanya akan menjadi pasar konsumsi asing. 

Demikian diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI, Lili Asdjudiredja.

Politisi Golkar ini mengkhawatirkan daya saing industri lokal terhadap gempuran asing yang dibekali kekuatan kapital raksasa.

Dia menyarankan, pemerintah sebaiknya membantu perkembangan bisnis industri dalam negeri. 

Kebijakan relaksasi DNI ini juga mesti memperhitungkan dampaknya ke sektor lapangan kerja, perdagangan, teknologi, dan industri.

Lili mencontohkan usaha kecil pembuatan kapas kecantikan yang pernah dibinanya saat jadi Kandep Perindustrian.

Dengan sejumlah bantuan teknologi, 114 industri bisa berkembang. Tapi kini, saat pemodal besar masuk, pabrik besar berdiri, usaha kecil tak sanggup bersaing.

Akhirnya, mati pelan-pelan. 

Lili juga menyarankan agar sektor usaha yang digarap BUMN juga dilindungi dari serbuan asing.
Bukannya tak kuat bersaing, namun mengundang asing datang itu dengan alasan transfer teknologi dan memanfaatkan jaringan internasional itu adalah tidak tepat. 

Baca: Polisi Tangkap Arhedi, Pelaku Pembantai Burung Rangkong yang Viral di Medsos

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved