Menteri Bappenas: Produktivitas Pekerja RI Kalah Jauh dari Malaysia, Thailand, Filipina

Mantan Menteri Keuangan itu menyebutkan dua masalah utama terkait ketenagakerjaan di tanah air.

Menteri Bappenas: Produktivitas Pekerja RI Kalah Jauh dari Malaysia, Thailand, Filipina
Ria Anatasia
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai menghadiri seminar nasional 'Penyiapan SDM RI menghadapi Revolusi Industri 4.0' di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengingatkan pentingnya membangun kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia pada era revolusi industri 4.0.

Bambang mengungkapkan, saat ini produktivitas tenaga kerja Indonesia masih rendah.

"Produktivitas (tenaga kerja) kita relatif rendah dibanding negara tetangga. Dihitung dari nilai tambah, kita jauh di bawah Malaysia, Thailand, Filipina," ujarnya dalam seminar nasional 'Penyiapan SDM RI menghadapi Revolusi Industri 4.0' di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan puluhan anggota Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni).

Baca: Rini Soemarno Pertanyakan Data Prabowo Sebut BUMN akan Bangkrut

Mantan Menteri Keuangan itu menyebutkan dua masalah utama terkait ketenagakerjaan di tanah air. Pertama, 60 persen pekerja di Indonesia bekerja di sektor informal, sehingga sulit mendapatkan pelatihan untuk peningkatkan produktivitas.

"Kita kekurangan basis sektor yang punya produktivitas tinggi. Kita kekurangan sarana dan prasarana pelatihan, baik untuk angkatan kerja baru, maupun tenaga kerja aktif. Mereka kesulitan melakukan upskilling dan reskilling. Kita sulit untuk memperbaiki atau memperkuat skill," paparnya.

Kedua, pendidikan di Indonesia, menurut Bambang, terlalu fokus terhadap nilai akademis, tapi kurang pada sisi kemampuan atau soft skill.

"Kita baru berhasil di pendidikan formal, tapi meningkatkan kualitas kita masih ketinggalan," jelasnya.

Bambang mengatakan, Indonesia sedang mengalami bonus demografi hingga 2040, sehingga ke depannya perlu dimanfaatkan untuk pembangunan SDM.

"Sekali ini terlewat, kita tidak berhasil mengangkat Indonesia jadi negara high income, maka Indonesia akan kesulitan lepas dari jebakan kelas menengah," tandas Bambang.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved