Tahun Ini Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 630 Miliar untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

Ricky Pesik menyatakan, Bekraf kini fokus pada pengembangan tiga subsektor yang saat ini menurut mereka jadi unggulan.

Tahun Ini Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 630 Miliar untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama sosiolog Imam Prasodjo dan pegiat seni Happy Salma di acara diskusi 'Indonesia Bukan Negara Miskin' di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus mendorong tumbuhnya pelaku industri ekonomi kreatif di Indonesia.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), lembaga bentukan pemerintahan Jokowi-JK yang ditugaskan untuk mendorong pengembangan industri kreatif akan mengalokasikan anggaran Rp 630 miliar untuk sektor ini. 

“DPR pernah menyampikan keinginan adanya dana abadi untuk penelitian (di bidang ekonomi kreatif). Mekanismenya akan masuk ke nota keuangan tahun 2020, kami akan buat bagaimana bentuk dan wadahnya,” kata Sri Mulyani di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

“Yang jelas pesan pemerintah melalui instruksi Bapak Presiden (Joko Widodo) kami mendorong industri ekonomi keatif yang sifatnya sustainable (berkelanjutan),” imbuh Sri Mulyani.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik menjelaskan, anggaran untuk sektor industri kreatif tahun ini turun Rp 130 miliar jika dibandingkan dengan alokasi anggaran di periode sebelumnya.

Baca: Wapres Jusuf Kalla: Pembangunan LRT di Indonesia 10 Kali Lebih Mahal

Ricky Pesik menyatakan, Bekraf kini fokus pada pengembangan tiga subsektor yang saat ini menurut mereka jadi unggulan. “Ketiga subsektor itu antara lain kuliner, kriya, dan fesyen. Ditambah subsektor prioritas seperti gim, film, musik, dan penerbitan,” kata Ricky.

Baca: Lexus Hadirkan Varian Terbaru The New LX 570 Sport, Wajah Makin Tajam

Pegiat teater sekaligus aktris, Happy Salma berharap ada bukti nyata yang bisa memfasilitasi kinerja seniman.

Menurutnya, selama terjun dalam dunia kesenian, Indonesia belum tumbuh dalam hal industri kreatif terutama karya sastra, kepenulisan, dan seni pertunjukan.

“Kami padahal selama ini selalu rutin membayar pajak dalam perfilman dan teater. Tetapi yang kami hadapi tidak ada fasilitas dari pemerintah untuk ruang kami berkarya seperyi tidak ada tempat teater yang berkelas dan tanpa sewa,” tuturnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved