Pemerintah Bagikan 765 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di NTT

ESDM membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 765 Kepala Keluarga (KK) di kabupaten Belu dan Sumba Tengah

Pemerintah Bagikan 765 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di NTT
Kementerian ESDM
ilustrasi: Komponen utama paket LTSHE: satu panel surya, empat lampu LED setara lampu pijar 100 W, dan batere lithium. Selain untuk penerangan dalam honai, lampu bisa dilepas untuk mobilitas di malam hari. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 765 Kepala Keluarga (KK) di kabupaten Belu dan Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 531 lampu diserahkan secara simbolis kepada masyarakat Desa Umbu Kawolu Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat oleh Deputi Keuangan SKK Migas, Parulian Sitohang.

Sisanya, 234 LTSHE dibagikan kepada masyarakat Desa Maudemu (145 unit) dan Desa Rafae (89 unit), Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, E Widyo Sunaryo.

"Sekarang tenang, aktivitas malam kami terang," seloroh Banyamin salah seorang warga di desa Maudemu, Belu, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Selasa (5/2/2019).

Senada dengan Banyamin, Albertus juga mengapresiasi bantuan dari pemerintah.

"Dulu kami masyarakat Dusun Fatubesi (Desa Maudemu) sangat-sangat gelap sekali, banyak masyarakat yang mengatakan kami ini belum merdeka. Kalo ada uang, malam hari terang, kalo tidak ada uang, kami bakar api atau gelap sama sekali. Kadang-kadang susah cari minyak tanah, jadi kami bakar kayu supaya terang waktu makan sama keluarga," kata Albertus.

Sebelum ada LTSHE, warga rata-rata menggunakan pelita dengan minyak tanah untuk penerangan. Dalam satu malam, dapat menghabiskan satu botol minyak tanah. Banyak warga yang memilih gelap tanpa penerangan karena daya beli yang sangat terbatas.

Sementara itu, di Kabupaten Sumba Tengah, pemasangan LTSHE tersebar di delapan desa, berada di empat)kecamatan, yaitu Desa Pondok, Umbu Kawolu, dan Anapalu di Kecamatan Umbu Ratu Nggai; Desa Mata Redi di Kecamatan Katikutana; Desa Praikarokujangga, Lenang Selatan, dan Tanambanas Selatan di Kecamatan Umbu Ratu Nggai; dan Desa Malinjak di Kecamatan Katikutana Selatan.

Semua biaya program LTSHE di Sumba Tengah maupun Belu berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018.

Khusus Provinsi NTT, pada tahun 2018, Ditjen EBTKE telah selesai melaksanakan pendistribusian dan pemasangan LTSHE di 9 Kabupaten/Kota (Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu) dengan jumlah desa sebanyak 52 desa dan 4.293 KK penerima.

"Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas masyarakat NTT di malam hari, khususnya untuk belajar anak-anak dan menenun sebagai mata pencaharian masyarakat setempa," kata E Widyo Sunaryo.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved