RISED: Jika Tarif Naik, Penumpang Ojol Bakal Menurun

Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) menjawab dampak dari kenaikan tarif ojek online (online) terhadap konsumen.

RISED: Jika Tarif Naik, Penumpang Ojol Bakal Menurun
Reynas Abdila
Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) dalam konferensi pers di Hong Kong Cafe, Jakarta, Senin (11/2/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) menjawab dampak dari kenaikan tarif ojek online (online) terhadap konsumen.

Kenaikan tarif ojol dinilai dapat mengurangi jumlah konsumen, penurunan konsumen itu baka berdampak pada pendapatan pengemudi ojol.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Peneliti RISED, Rumayya Batubara dalam diskusi Persepsi Konsumen Terhadap Ojek Online di Indonesia.

Ia menyebut peningkatan tarif ojol akan berpotensi adanya penurunan jumlah konsumen yang signifikan.

“Naiknya tarif ojek online berpotensi menurunkan permintaan konsumen sampai 71,12 persen," kata Rumayya dalam konferensi pers di Hong Kong Cafe, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca: Liburan di Hari Valentine, Kampung Sampireun di Garut Bisa Digunakan untuk Lokasi Honeymoon

Rumayya menjabarkan survei yang dilakukan terhadap 2.001 responden di 10 provinsi bahwa sebanyak 45,83 persen responden menyatakan tarif ojol saat ini sudah sesuai.

Sedangkan 28 persen responden lainnya menilai tarif ojol saat ini sudah mahal.

Rumayya juga menambahkan,jika ada kenaikan tarif, sebanyak 48,13 persen responden hanya mau mengeluarkan biaya tambahan kurang dari Rp 5.000 per hari.

Selain itu, 23 persen responden tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan sama sekali.

Peningkatan tarif ojol juga dinilai akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pengeluaran konsumen. Pasalnya rata-rata jarak tempuh konsumen sejauh 8,8 km per hari.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved