Resmikan OSS, Pemerintah Fokus Tingkatkan Ekspor Mobil CBU

Simplifikasi ekspor kendaraan bermotor CBU itu sejalan dengan rencana pemerintah dalam menghadapi dinamika perekonomian dunia.

Resmikan OSS, Pemerintah Fokus Tingkatkan Ekspor Mobil CBU
TRIBUNNEWS.COM/REYNAS
Simplifikasi ekspor kendaraan bermotor CBU itu sejalan dengan rencana pemerintah dalam menghadapi dinamika perekonomian dunia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai didukung Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerin Perdagangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian meresmikan Online Single Submission (OSS) untuk memudahkan izin ekspor mobil dalam bentuk jadi (CBU).

Simplifikasi ekspor kendaraan bermotor CBU itu sejalan dengan rencana pemerintah dalam menghadapi dinamika perekonomian dunia.

Menko Darmin Nasution mengatakan peresmian OSS wujud implementasi dari langkah kebijakan yang sudah digagas sejak dua tahun lalu, di antaranya mengurangi impor dan mendorong ekspor.

"Saya sampaikan kita telah meresmikan OSS dalam bidang perizinan. Ini upaya memfasilitasi investasi. Kemudian Kemenkeu dan Kemenperin pada kuartal IV tahun lali merumuskan beberapa fasilitas perpajakan. Mulai dari fasilitas pajak untuk usaha kecil kemudian tax holiday bagi 169 bidang kegiatan usaha yang semuanya itu kegiatan usaha megurangi impor di masa mendatang," papar Menko di kantor PT Indonesia Kendaraan Termjnal (IKT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019).

Baca: Tarif Tiket Pesawat Melambung, Sri Mulyani Minta Pertamina Hitung Ulang Harga Jual Avtur

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menilai kehadiran OSS ini akan memberikan dampak kemudahan perizinan ekspor CBU.

"Kendaraan CBU dapat masuk ke kawasan pabean sebelum pengajuan dokumen PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). Pemasukan juga tidak perlu NPE (Nota Pelayanan Ekspor) dan pembetulan PEB paling lambat tiga hari sejak keberangkatan kapal," ucap Menkeu.

Menkeu menegaskan jajaran para menteri kabinet terus berupaya mengurangi defisit neraca perdagangan dengan cara perumusan kebijakan.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato akses mudah ini akan sangat membantu peningkatan jumlah ekspor di sektor industri otomotif.

"Senang spot ini diberi kemudahan, ini berarti industri otomotif akan makin kompetitif dengan mengedepankan industri 4.0," ucap Airlangga.

Pada acara tersebut hadir Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved