Jusuf Kalla Tentang Harga Tiket Pesawat Naik: Kalau Tarifnya Murah Banyak Airline yang Tutup

Ia mengatakan, saat penjualan tiket pesawat murah maka dikhawatirkan dalam jangka panjang bisnis perusahaan tak berjalan

Jusuf Kalla Tentang Harga Tiket Pesawat Naik: Kalau Tarifnya Murah Banyak Airline yang Tutup
TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, pengelolaan bisnis maskapai penerbangan kini tidak lagi mudah.

Ia mengatakan, saat penjualan tiket pesawat murah maka dikhawatirkan dalam jangka panjang bisnis perusahaan tak berjalan, di mana perusahaan tak lagi mampu membeli armada baru.

Apalagi kata JK, 35 persen dari total biaya operasional maksapai tiap kali perjalanan, digunakan untuk membeli bahan bakar atau Avtur yang harganya mengikuti harga internasional.

"Jadi kalau kita tekan terlalu murah dia punya tiket juga bagus tapi (cuma untuk) jangka pendek, tapi jangka panjang kalau mereka tidak bisa beli pesawat akhirnya kita yang kena juga, bisa bangkrut," kata JK yang ditemui di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca: Jusuf Kalla Akui Pernyataan Prabowo Ada Anggaran yang Bocor, Tapi Kata Dia Hitung-hitungannya Keliru

Sehingga pemerintah tidak bisa melakukan tekanan terlalu jauh untuk mengatur harga perjalanan udara itu.

"Kita (pemerintah) tidak bisa (menekan), apalagi mereka bukan pemerintah, mereka statusnya bisnis maka harus sesuai. Kalau terlalu murah buktinya mengelola airlines itu tidak mudah. Apalagi kalau mau ditarik murah, sudah berapa airlines yang tutup. Ada Batavia dulu, ada Adam Air ada Merpati ada Mandala, ada Sempati, semua kan tutup bangkrut," jelas dia.

Ia menilai, satu-satunya cara untuk mempertahankan bisnis penerbangan adalah dengan menaikan harga tiket pesawat.

"Jangan lihatnya dari segi menaikkannya. Tapi lihat kalau tidak naik apa yang terjadi, ya bangkrut ini perusahaan. Kalau bangkrut perusahaan, nanti terus naik kapal laut lagi," tutur Wapres.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved