Dimediasi YLKI, Member Sriwijaya Travel Pass Tuntut Beberapa Hal ke Pihak Manajemen

YLKI memediasi member Sriwijaya Travel Pass (SJTP) dengan pihak manajemen maskapai atas kasus kuota penggunaan promo SJTP yang selalu habis.

Dimediasi YLKI, Member Sriwijaya Travel Pass Tuntut Beberapa Hal ke Pihak Manajemen
(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
Pesawat Sriwijaya Air 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memediasi member Sriwijaya Travel Pass (SJTP) dengan pihak manajemen maskapai atas kasus kuota penggunaan promo SJTP yang selalu habis.

YLKI tidak dalam posisi keduanya, begitu juga jika akan berlanjut ke jalur hukum.

Hal itu dipaparkan Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi bahwa konsumen berhak untuk melakukan tuntutan kepada maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

"Itu tergantung dari konsumen bila ingin lapor ke lembaga lain atau pengadilan. Ini kan ada dari corporate secretary yang menanggapi tuntutan dari member SJTP," papar Tulus di kantornya, Kamis (14/2/2019).

Adapun tuntutan member SJTP di antaranya keputusan/tindak lanjut secara tertulis dari pihak Sriwijaya di mana seluruh member mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan informasi seat tersedia secara transparan.

Baca: Sebentar Lagi Pemilu, Generasi Milenial Harus Jadi Pemilih Cerdas

Kedua, mengembalikan hak member sesuai dengan perjanjian semula dan juga menghapus semua peraturan yang merugikan member.

Terakhir adanya kompensasi dari Sriwijaya atas kerugian yang dialami member dr adanya A class dan lainnya.

Kompensasi yang diminta minimal berupa perpanjangan masa member 2/3 bulan dari masa berakhir dengan hak yang sama.

"Di mediasi pertama belum ada kesepahaman berarti nanti dikonsultasikan ke manajemen untuk dibahas pada mediasi selanjutnya," papar Tulus.

Head of Corporate Commmunicatios Sriwijaya Air Adi Willi menyebut pihaknya tetap berkomitmen dengan jumlah seat yang diberikan kepada member SJTP sesuai (tidak ada indikasi akal-akalan).

Menurutnya pihak Sriwijaya Air yang hadir dalam mediasi mencatat pointer-pointer tuntutan untuk kemudian disampaikan ke manajemen.

"Sifatnya tuntutan dan masih akan dipertimbangkan oleh pihak maskapai. Nanti baru akan disampaikan jawabannya pada 27 Februari," ucap Adi saat dikonfirmasi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved