Jajal MRT Fase 1, Menhub: Teknologinya Lebih Canggih dari Eropa

Menhub menjajal mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) fase 1 sepanjang 15 kilometer yang akan beroperasi pada Maret

Jajal MRT Fase 1, Menhub: Teknologinya Lebih Canggih dari Eropa
Ria Anatasia
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjajal mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) fase 1 sepanjang 15 kilometer yang akan beroperasi pada Maret 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjajal mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) fase 1 sepanjang 15 kilometer yang akan beroperasi pada Maret 2019.

"Saya minta ke MRT supaya persiapkan dengan baik secara teknis bagaimana supaya masyarakat juga tahu MRT kita ini betapa canggihnya, nyamannya menjadi fasilitas yang luar biasa," kata Menhub Budi saat di dalam gerbong MRT, Kamis (14/2/2019).

Menhub Budi berangkat dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus pukul 13.34 WIB. Dia membawa rombongan dari kalangan milenial hingga publik figur senior, seperti Roy Marten, Bob Tutupoly, Addie MS, Koes Hendratmo, Betharia Sonata, Anwar Fuady dan lainnya.

"Saya ajak komunitas untuk kasih feedback bagaimana pengalaman naik MRT. Kepada masyarakat luas juga disampailan ternyata kita juga bisa seperti negara lain, yang kita tunggu-tunggu puluhan tahun sekarang sudah terbangun," ucapnya.

Jarak tempuh MRT fase 1 ini sekira 30 menit, dengan kecepatan maksimal 80 kilometer/jam di jalur layang dan 100 km/jam di jalur bawah tanah.

Menurut Budi, teknologi yang dimiliki MRT Indonesia merupakan teknologi terbaru dari Jepang. Bahkan, dia mengklaim teknologi ini lebih unggul dibanding fasilitas serupa di negara-negara di Eropa.

"MRT di Indonesia is the latest technology, teknologi terakhir yang paling canggih. Teman-teman Eropa bilang ini luar biasa lebih canggih dari yang ada di negaranya," tukas dia.

Lebih lanjut, Budi mengimbau masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal guna tekan kemacetan di ibu kota dan sekitarnya.

"Dibutuhkan pengorbanan beralih dari naik motor, mobil ini butuh pengorbanan. Jadi hari ini melakukan edukasi untuk massal itu angkutan masa depan," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved