Kemenhub Siapkan Bus Premium untuk Trayek Tol Trans Java

Bus-bus Trans Java perlu memiliki fasilitas premium agar penumpang nyaman ketika melintas di tol sepanjang 934 kilometer

Kemenhub Siapkan Bus Premium untuk Trayek Tol Trans Java
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi serta Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kemenhub Pandu Yunianto di konferensi pers di Gedung Kemenhub, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menggodok rencana kehadiran bus Trans Java yang melintas di sepanjang ruas tol Trans Jawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya masih mengkaji rencana tersebut bersama sejumlah pihak, seperti Jasa Marga, Badan Pengatur Jalan Tol, hingga Organisasi Angkutan Darat (Organda).

"Yang saya sedang kaji adalah bus Tol Trans Jawa. Jadi dari Jakarta sampai Surabaya gunakan tol terus. Minggu ini akan saya rapatkan dengan Jasa Marga, BPJT, PUPR dan Organda karena harus ada regulasi penyesuaian," kata Dirjen Budi saat ditemui di kantornya, Rabu (13/2/2019).

Kemenhub, lanjutnya, juga tengah memetakan rest area mana saja yang bisa menjadi tempat peristirahatan bagi sopir bus. Ada pula kemungkinan penumpang bisa diangkut dari rest area tersebut.

Baca: Ahok - Puput Dikabarkan Sudah Menikah, Adik BTP Singgung Kehidupan Salah: Panah Bisa Berbalik Arah

"Kalau dia lewat tol terus kemudian dia di rest area apakah rest area itu bisa berfungsi sebagai terminal. Nanti penumpang turun. Kalau turun lalu mereka keluar tolnya gimana. Kemudian kalau naikan penumpang harus harus ada feeder juga enggak," jelasnya.

Dia menjelaskan, perusahaan otobus (PO) swasta juga akan dilibatkan dalam pengoperasiannya. Kata dia, bus-bus Trans Java perlu memiliki fasilitas premium agar penumpang nyaman ketika melintas di tol sepanjang 934 kilometer itu.

"Itu kami kaji, dan minggu ini akan ada paparan kajian kita dengan berbagai pihak. Kalau semuanya setuju Organda dan Damri setuju. BUMN dan swasta tertarik," ucapnyam

"Yang jelas pasti bus premium lah supaya masyarakat nyaman minimal ada AC, toiletnya," sebutnya.

Baca: Seusai Digugat Cerai, Gading Marten Kembali ke Rumah Pertama: Balik ke Rumah Bapak, Malunya Double

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved