Rudiantara Ungkap Penyebab Kenapa Banyak Startup yang Gagal

Era yang serba digital memang tidak bisa dihindari demi memenuhi kebutuhan manusia yang serba cepat.

Rudiantara Ungkap Penyebab Kenapa Banyak Startup yang Gagal
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Era yang serba digital memang tidak bisa dihindari demi memenuhi kebutuhan manusia yang serba cepat. Tapi beberapa startup yang mencoba memenuhi kebutuhan itu, banyak pula yang gagal.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyoroti beberapa faktor kegagalan start-up yang gagal. "Salah satunya karena startup itu tidak bisa menyelesaikan masalah masyarakat," kata Rudiantara pada Jumat (1/3).

Rudiantara memberi contoh bahwa semua startup yang muncul dan kini jadi konsumsi harian masyarakat dimanfaatkan karena menjadi solusi masyarakat. Go-jek dan Grab bisa jadi pilihan karena muncul di tengah-tengah masalah masyarakat terhadap opsi transportasi.

Lebih dari itu keduanya merupakan solusi ketika masyarakat membutuhkan layanan jasa antar makanan ataupun barang.

Kemudian start-up lain seperti marketplace Tokopedia, Blibli.com, Bukalapak dan lainnya memberikan opsi bagi masyarakat untuk membeli barang secara mudah. Pilihan itu sekaligus jadi solusi bagi masyarakat yang keberatan untuk membeli barang karena harus keluar rumah terlebih dahulu.

Baca: Kakek 70 Tahun di Semarang Tewas Disengat Tawon Saat Mencoba Mengusir Sarang Tawon dari Rumahnya

Tak hanya untuk pembeli, kata Rudiantara, adanya marketplace itu juga menolong para pengusaha kecil atau penjual untuk memasarkan produknya lewat daring. Kemudian alasan lain kenapa startup itu gagal, kata Rudiantara, karena konsep yang belum matang.

"Terakhir karena ingin cepat kaya," ujarnya.

Menurut Rudiantara, di antara banyaknya start-up yang kini menghiasi layar ponsel masyarakat, jumlah itu hanya 4% dari total startup lain yang gagal.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Ini penyebab kenapa banyak startup gagal

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved