ESDM Deteksi 10 Wilayah di RI Berpotensi Miliki Cadangan Gas Raksasa

Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia masih memiliki potensi migas raksasa di beberapa wilayah.

ESDM Deteksi 10 Wilayah di RI Berpotensi Miliki Cadangan Gas Raksasa
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Petugas memeriksa fasilitas PLTG MPP Parit Baru 100 MW yang berlokasi di desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017). PLTG MPP 4x25 MW yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo ini meliputi area pasokan kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak dan Kabupaten Kuburaya. TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memburu cadangan migas baru untuk dieksplorasi. Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas mengidentifikasi setidaknya ada 10 potensi cadangan gas di Indonesia.

Kesepuluh wilayah tersebut, yakni: North Sumatera (Mesozoic Play), Center of Sumatera (Basin Center), South Sumatera (Fractured Basement Play), Offshore Tarakan, NE Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua (Plio-Pleistocene & Miocene Sandtone Play), Bird Body Papua (Jurassic Sandstone Play), dan Warim Papua.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia masih memiliki potensi migas raksasa di beberapa wilayah.

Baca: Hujan Deras di Mimika, Area Tambang PT Freeport Longsor

Dia mencontohkan dari wilayah South Sumatera (Fractured Basement Play). Di sana telah ditemukan cadangan gas bumi sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) gas di Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dengan Repsol sebagai KKKS nya.

"Semoga ini bisa membangkitkan semangat eksplorasi di Indonesia ke depan, karena masih banyak basin kita dan play kita yang belum di eksplorasi, dan ternyata Alhamdulillah kita menemukan yang baru," ujar Arcandra seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (3/3/2019).

Arcandra menjelaskan, potensi cekungan gas yang ada akan bisa dioptimalkan dengan kerja keras, teknologi baru, dan sejalan dengan penyesuaian kebijakan sistem fiskal industri migas.

"Selama kita bersungguh-sungguh menjalakan semua program eksplorasi, dan juga dukungan dari pemerintah untuk mempermudah bisnis hulu migas di Indonesia, termasuk dalam hal ini mendorong untuk penggunaan gross split," ungkap Arcandra.

Menurutnya, ke depan pemerintah juga akan mempermudah penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas kepada investor. "Data mengenai Basin yang terdaftar, akan dibuka agar dapat dianalisa," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved