Gejolak Rupiah

Akibat Ketidakpastian Brexit, Kurs Rupiah Kembali Tertekan

Kurs rupiah melemah 0,09% di pasar spot ke level Rp 14.278 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (14/3)

Akibat Ketidakpastian Brexit, Kurs Rupiah Kembali Tertekan
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurs rupiah melemah 0,09% di pasar spot ke level Rp 14.278 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (14/3). Di sisi lain, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,11% ke level Rp 14.253 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menilai, pelemahan rupiah pada hari ini kembali didorong oleh ketidakpastian Brexit. Pasalnya, kemarin parlemen menolak kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

“Akibatnya mata uang euro dan poundsterling melemah terhadap dollar AS. Rupiah pun sebagai bagian emerging market juga ikut terdampak,” ujarnya.

Untungnya, pelemahan rupiah tidak terjadi terlalu dalam mengingat data-data ekonomi AS juga kurang memuaskan. Tercatat, data inflasi sektor produsen AS di bulan Februari lalu hanya tumbuh 0,1% secara month on month (mom) atau lebih rendah daripada prediksi konsensus analis sebesar 0,2% (mom).

Selain itu, data pemesanan produk tahan lama di AS juga merosot 0,1% (mom) pada bulan Februari. Data tersebut membuat potensi perlambatan ekonomi AS kian nyata, sehingga Federal Reserve diperkirakan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan AS pada tahun ini.

Baca: Boeing 737 Max 8 Resmi Dilarang Beroperasi, Direktur Perhubungan Udara: Demi Keselamatan Bersama

Menurut Mikail, peluang penguatan rupiah masih cukup terbuka asalkan defisit neraca perdagangan Indonesia menyempit atau bahkan mengalami surplus ketika dirilis besok. Rupiah pun diprediksi Mikail akan bergerak di kisaran Rp 14.190—Rp 14.290 per dollar AS pada Jumat (15/3).

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Kurs rupiah tertekan lagi akibat ketidakpastian Brexit

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved