Pengamat: Revitalisasi Pasar Diyakini Tambah Penerimaan Daerah

Program revitalisasi pasar yang tengah digencarkan pemerintah pun dinilai membawa dampak baik, tidak hanya dalam menambah omzet

Pengamat: Revitalisasi Pasar Diyakini Tambah Penerimaan Daerah
TRIBUN JOGJA/KHAERUR REZA
ilustrasi: Seorang pedagang di Pasar Kranggan memberikan bingkisan kepada pembeli, Kamis (17/12/2015). Paguyuban Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta memberikan souverir dan bingkisan kepada pembeli setia di pasar tradisional tersebut sebagai wujud syukur selesainya revitalisasi pasar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah ekspor yang tengah menurun, geliat ekonomi rakyat secara domestik menjadi harapan baru.

Program revitalisasi pasar yang tengah digencarkan pemerintah pun dinilai membawa dampak baik, tidak hanya dalam menambah omzet pasar yang bersangkutan, melainkan juga dalam meningkatkan penerimaan daerah tempat pasar itu berada.

Ekonom dari Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda mengungkapkan, revitalisasi pasar bisa membuat penerimaan daerah bertambah dikarenakan adanya peningkatan retribusi pajak.
Peningkatan retribusi ini terjadi karena manajemen pasar telah lebih teratur, di samping kegiatan ekonomi meningkat karena kapasitas pasar yang bertambah.

“Pajak daerah pasti naik. Kalau pasar tradisional itu direvitalisasi, mereka pasti ada retribusi pasar. In general, pajak daerah pasti naik. Semua diuntungkan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3/2019).

Baca: Pembunuhan di Seikijang Bermotif Ekonomi, Korban Meninggal akibat Dicekik Pasutri

Tidak hanya daerah, Candra menambahkan, revitalisasi pasar diyakini juga membuat omzet tempat jual-beli tersebut bertambah. Tak ayal ini juga meningkatkan ekonoi masyarakat.

“Apakah kemudian bisa membantu pendapatan masyarakat per kapita? Pasti iya,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun baik, memang masih dibutuhkan upaya lebih keras untuk bisa membuat pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar-pasar modern besutan korporasi. Karena bagaimanapun, dari sisi manajemen dan suplai, pasar modern yang memiliki manajemen tunggal lebih unggul dibandingkan pasar rakyat yang terdiri atas banyak pengelola kios.

Dampak positif bagi daerah dari adanya pasar-pasar yang direvitalisasi pun turut diakui oleh para pengelola pasar.

Pengelola Pasar Rakyat Purbolinggo, Lampung Timur, Budi Hariyanto menilai, revitalisasi pasar membawa dampak positif perekonomian di daerah. Hal ini tidak hanya bersumber dari kualitas pelayanan pasar yang meningkat, melainkan juga ada perbaikan dari sisi manajemen pengelolaan.

Untuk diketahui, pada revitalisasi yang dilakukan sejak 2016 lalu itu, Pasar Rakyat Purbolinggo sendiri telah membangun 96 kios untuk para pedagang. Revitalisasi ini direncanakan akan kembali dilakukan pada tahun 2019 ini dengan target menambah 70 kios.

Halaman
12
Penulis: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved