4 Kebijakan Lanjutan untuk Optimalkan Layanan MRT Jakarta

Kehadiran MRT diharapkan bisa mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

4 Kebijakan Lanjutan untuk Optimalkan Layanan MRT Jakarta
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute HI-Lebas Bulus tengah dalam tahap uji coba dan segera beroperasi pada akhir Maret 2019. Kehadiran MRT diharapkan bisa mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Meski begitu, terdapat sejumlah tantangan guna mewujudkan mimpi tersebut.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menyebutkan empat kebijakan lanjutan yang perlu dilakukan pemerintah guna mengoptimalkan layanan MRT Jakarta.

Pertama, terkait integrasi antara MRT dengan feeder sebagai angkutan pengumpan. Menurutnya, supaya berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang oleh angkutan umum massal yang mudah diakses oleh masyarakat baik untuk melanjutkan perjalanan setelah menggunakan MRT ataupun sebaliknya menuju stasiun MRT terdekat.

Baca: Beredar Video Penyerang Memberondong Masjid di Selandia Baru

"MRT yang berfungsi sebagai backbone tidak dapat berdiri sendiri," tulis Bambang dalam keterangan resmi, Jumat (15/3/2019).

Bambang menambahkan ketersediaan feeder berupa angkutan umum massal ini penting, supaya dalam mengakses stasiun MRT masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Kalau tidak tersedia layanan angkutan umum yang bersifat massal dan terintegrasi, kita khawatir stasiun-stasiun MRT akan menjadi titik kemacetan," ungkap Bambang.

"Jangan sampai terjadi nanti, MRT yang kita harapkan mampu mengurai kemacetan malah menjadi sumber kemacetan baru, tambahnya.

Kedua, MRT juga perlu terintegrasi sistem pembayarannya dengan moda transportasi lainnya. Dengan begitu, masyarakat cukup menggunakan satu alat pembayaran untuk penggunaan semua moda.

“BPTJ sudah menfasilitasi proses integrasi sistem pembayaran ini, tinggal menunggu audit dari Bank Indonesia,” kata dia.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved