Perannya Makin Vital, Jasa Marga Diminta Jaga Standar Pelayanan Minimum Ruas Tol Prof Soedyatmo

Jasa Marga sejak Oktober 2016 hingga saat ini melakukan pemeliharaan scraping filling overlay dan rekonstruksi.

Perannya Makin Vital, Jasa Marga Diminta Jaga Standar Pelayanan Minimum Ruas Tol Prof Soedyatmo
JASA MARGA
Aktivitas kendaraan melintas di ruas tol Prof DR Ir Soedyatmo yang menghubungkan Kota Jakarta dengan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dibangun sejak 1985 ruas jalan tol Prof Dr Ir Soedyatmo yang menghubungkan akses dari ibukota Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, terbukti sukses menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi kawasan di sekelilingnya.

Ruas tol ini tidak hanya menghubungkan warga Jakarta dan Bodetabek menuju bandara dan sebaliknya, tapi juga menjadi salah satu akses penting via jalan tol untuk kawasan di sekitarnya. 

Pengamat perkotaan dan dosen Teknik Planologi Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, perkembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sangat bergantung pada kondisi ruas jalan tol Prof DR Ir Soedyatmo.

Kawasan sekitar bandara kini telah tumbuh dan berkembang menjadi kawasan aerocity dan membuat ruas jalan tol ini menjelma sebagai tulang punggung pertumbuhan kawasan.

Yayat menyebutkan, pemeliharaan yang maksimal terhadap ruas tol ini sangat mutlak dibutuhkan mengingat volume penumpang yang memanfaatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus meningkat dari tahun ke tahun yang konsekuensinya membuat trafik kendaraan yang melintas ruas tol ini ikut melonjak.

Data menunjukkan, ruas tol ini saat ini telah melayani lebih dari 66 juta penumpang dan pada 2025 nanti diperkirakan akan melonjak menjadi 100 juta penumpang per tahun seiring dengan pengembangan Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta.

Perhatian dan dukungan pemeliharaan yang maksimal terhadap ruas tol Prof Dr Ir Soedyatmo dibutuhkan agar pengguna jalan toltetap memperoleh pelayanan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang ditetapkan," ujar Yayat di Jakarta.

Ruas tol Prof Dr Ir Soedyatmo sejak awal tercatat dikelola dan dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Untuk mengejar standar pemenuhan SPM di ruas tol ini, Jasa Marga sejak Oktober 2016 hingga saat ini melakukan pemeliharaan scraping filling overlay dan rekonstruksi.

Baca: Pembelinya Lapor Polisi Setelah Tahu Mobil Mewah Toyota Vellfire Dijual Hanya Rp 95 Juta

BUMN ini juga melakukan antisipasi genangan air di ruas tol akibat dampak curah hujan tinggi, dan melakukan monitoring kondisi saluran dan drainase serta tanggul termasuk juga melakukan normaliasai reservoir Simpang Susun Penjaringan KM 26+000.

Langkah lainnya yang dilakukan adalah penataan lansekap pada area GT Kapuk dan KM 20+000 sampai KM 32+000; pemeliharaan penerangan jalan tol; pemeliharaan kebersihan gerbang tol dan gardu tol; serta pencucian lajur transaksi di gerbang tol.

Baca: Pernah Dibikin Tersinggung oleh Ulah Romahurmuziy, Mahfud MD Bilang Semuanya Hanya Soal Waktu

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved