Senangnya Warga Serang Tersambung Listrik Gratis dari PLN

Melihat kondisi tersebut, persero melalui program CSR PLN Peduli menyambungkan listrik gratis bagi 177 kepala keluarga di provinsi Banten.

Senangnya Warga Serang Tersambung Listrik Gratis dari PLN
Ria Anatasia
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (kanan) dan Direktur PLN Regional Jawa Barat Haryanto WS menyambungkan listrik gratis kepada Ulfah, warga Kampung Pojok, Desa Sindangsari, Serang, Banten pada Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Akses sambungan listrik masih kerap terkendala di sejumlah daerah akibat biaya yang tidak mampu dibayar warga miskin. PT PLN (Persero) mencatat, sebanyak 24.277 rumah tangga di Banten masih nyalur atau nyantol listrik dari tetangga.

Melihat kondisi tersebut, persero melalui program CSR PLN Peduli menyambungkan listrik gratis bagi 177 kepala keluarga di provinsi Banten. Ini merupakan tahap awal dari target sebanyak 2.599 KK tersambung listrik gratis di 2019.

Ulfah (40), warga Kampung Pojok di Desa Sindangsari, Serang, Banten merasa senang mendapat sambungan listrik gratis dari PLN.

Sebelumnya, ibu tiga anak ini menyantol listrik ke rumah mertuanya.

"Dulu bayarnya patungan berdua ya. Biasanya Rp 150 ribu (per bulan), tapi ya putus-putus ya. Mati kalau nyalain air. Listrik naik turun naik turun gitu," kata Ulfah.

Dengan sambungan listrik ini, istri pengemudi ojek pangkalan ini tak perlu lagi bergantung pada rumah tangga lain yang notabene beban listriknya akan lebih berat. Dia mengaku lega karena tak perlu takut listrik akan padam.

Selain itu, pemasangan listrik di rumah sendiri ini disebut membuat biaya listrik lebih murah. Kini, Ulfah hanya membayar sekira Rp. 50 ribu per bulan.

"Masangnya gratis. Seneng baget ya apalagi mau ada acara (sunatan anak). Bayar dari penghasilan suami, bagi saya Rp 150 ribu juga mahal makainya kan enggak banyak," ujarnya.

Penyambungan listrik gratis ini merupakan bagian dari kegiatan corporate social responsbility (CSR) PLN Peduli. Bantuan ini diberikan kepada warga yang membutuhkan sesuai data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Dalam program ini, warga yang mendapat sambungan listrik gratis akan mendapatkan sambungan listrik PLN daya 450 Volt Ampere (VA), dengan tarif bersubsidi. Listrik yang digunakan adalah sistem layanan prabayar.

“Dengan bantuan listrik gratis warga miskin sudah dapat menikmati listrik yang memadai untuk penerangan dan kebutuhan rumah tangganya. Harapannya, dengan listrik ini juga dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya ekonomi warga,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved