Menperin Prioritaskan Industri Alas Kaki Sebagai Sektor Berorientasi Ekspor

Industri manufaktur alas kaki mampu memberikan kontibusi besar bagi perekonomian nasional.

Menperin Prioritaskan Industri Alas Kaki Sebagai Sektor Berorientasi Ekspor
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pekerja melakukan proses pembuatan sol (alas) sepatu dengan bahan baku karet di rumah produksi Mars Manul Rubber Sole, Jalan Ciparay Tengah, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Kamis (18/10/2018). Rumah produksi ini, memproduksi sol sepatu sebanyak 6.000 hingga 7.000 pasang per minggu untuk memenuhi pesanan industri sepatu di Bandung, Batam, Medan, Jakarta, Bukitinggi, dan Bali. Diantara brand sepatu yang memesannya, yaitu Footstep, Zeintin, King Arthur, Word Division, dan Rebellion. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Industri manufaktur alas kaki mampu memberikan kontibusi besar bagi perekonomian nasional.

Utamanya pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang mencapai 9,42 persen pada tahun 2018 atau naik signifikan dibandingkan tahun 2017 sekitar 2,22 persen.

Capaian tahun lalu tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat (15/3/2019).

“Ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan hingga 4,13 persen, dari tahun 2017 sebesar USD4,91 miliar menjadi USD5,11 miliar di 2018,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat (15/3).

Menperin menjelaskan, industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor.

“Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik. PT KMK menjadi salah satu model yang menerapkan future of production,” tegasnya.

Baca: Kemenperin: Sektor Manufaktur Sumbang 19,86 Persen PDB Nasional

Airlangga optimistis akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD6,5 miliar pada tahun 2019 dan menjadi USD10 miliar dalam empat tahun ke depan.

“Apalagi, Indonesia sudah tandatangan CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita,” imbuhnya.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Eddy Widjanarkomeyakini, industri alas kaki di Indonesia akan semakin tumbuh dan berdaya saing.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan penerapan industri 4.0.

“Industri sepatu sangat cocok dikembangkan di Indonesia dan akan terus menjadi sektor andalan masa depan. Kami melihat ekspor akan meningkat tahun ini seiring adanya investasi tambahan yang masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved