Gejolak Rupiah

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah 18 poin

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terdepresiasi pada perdagangan pasar spot, Jumat (22/3/2019).

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah 18 poin
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terdepresiasi pada perdagangan pasar spot, Jumat (22/3/2019).

Melansir data Bloomberg, mata uang garuda melemah 16,5 poin atau 0,12 persen dari posisi sebelumnya ke level Rp 14.156 per dolar AS.

Laju pergerakan harian diprediksi dikisaran Rp 14.136 per dolar AS-Rp 14.163 per dolar AS.

Sementara itu kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi tadi bergerak melemah 18 poin menjadi Rp 14.158 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.140 per dolar AS.

Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada dovish menyokong kurs rupiah.

Kemarin, kurs spot rupiah menguat 0,33persen jadi Rp 14.140 per dollar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terangkat 0,91persen ke Rp 14.102 per dollar AS.

Seperti diketahui, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2,25 persen–2,5 persen.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, setidaknya dalam dua hari ke depan, pasar masih dipenuhi sentimen ini.

"The Fed juga bilang tidak ada urgensi menaikkan suku bunga acuan sampai akhir tahun. Hal ini tercermin dari plot yang disusun," kata dia, kemarin.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, keputusan BI mempertahankan BI 7- day repo rate (BI 7-DRR) juga menjadi katalis positif.

Dengan inflasi yang stabil serta defisit transaksi berjalan dapat ditekan, ke depan bukan tidak mungkin BI akan memangkas suku bunga.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved