Kemenhub Usul Rest Area jadi Terminal, Menteri PUPR: Tidak Bisa

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menolak wacana rest area digunakan sebagai terminal.

Kemenhub Usul Rest Area jadi Terminal, Menteri PUPR: Tidak Bisa
HANDOUT
Kedai pujasera di Rest Area Km 597 di ruas tol Ngawi-Kertosono yang dioperasikan PT Jasamarga Properti. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan agar sejumlah rest area di ruas tol Trans Jawa juga difungsikan sebagai terminal bus.

Hal tersebut guna memfasilitasi naik turun penumpang bus trayek tol Trans Jawa yang tengah dikaji Kemenhub.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menolak wacana rest area digunakan sebagai terminal.

Menurut dia, secara regulasi maupun teknis hal tersebut tidak memungkinkan.

"Tol itu apa? Jalan bebas hambatan. Bisa saja kalau kita desain kan agak ke dalam, lebih masuk lagi kan bisa saja ya, tapi tidak bisa rest area jadi terminal," kata Basuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Baca: Strategi Kementan Tingkatkan Harga Karet

Basuki melanjutkan, pembangunan terminal perlu didesain secara baik agar tidak mengganggu kendaraan yang tidak ke terminal. Dengan begitu, terminal harus terpisah dengan rest area.

"Harus di desain benar. Kalau mau untuk UKM, kalau di terminal biasa, tidak ekonomis dia. Tidak menjadi kawasan wisata UKM. Kan, desain lebih luas dan lebih baik," jelasnya.

Namun, Basuki membuka kemungkinan bila rest area digunakan menjadi terminal untuk waktu-waktu tertentu, misalnya periode mudik lebaran.

"Kalau sementara mungkin, kalau permanen, harus didesain yang baik. Desain yang benar, keamanan lalu lintasnya harus dikedepankan. Fungsi terminal kan macem-macem. Tapi kalau hanya untuk temporary, bisa saja. Kalau hanya untuk lebaran," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, berdasarkan kajian Kemenhub terhadap trayek bus tol Trans Jawa, sebagian masyarakat meminta agar bus tersebut berhenti di sejumlah titik, seperti Solo, Tegal dan Semarang.

Budi mengatakan hal tersebut memungkinkan dengan cara penumpang turun di rest area, kemudian diangkut menggunakan bus pengumpan feeder untuk keluar ruas tol.

"Rest area itu kan biasanya tempat istirahat atau isi bensin. Nah ini mau usulkan ke Kementerian PUPR, ubah regulasi agar beberapa rest area bisa jadi terminal," kata Dirjen Budi.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved