Regulasi Baru Ojek Online, Ternyata Tak Mengatur Tarif Antar Makanan dan Antar Barang

Kemenhub tidak mengatur tarif pemesanan makanan dan tarif pengantaran barang melalui ojek online.“Enggak diatur,” ujar Budi

Regulasi Baru Ojek Online, Ternyata Tak Mengatur Tarif Antar Makanan dan Antar Barang
TRIBUNNEWS/APFIA
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah menetapkan besaran tarif ojek online. Tarif tersebut akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, dalam aturan yang dibuat pihaknya, hanya mengatur tarif ojek online yang mengangkut penumpang.

Kemenhub tidak mengatur tarif pemesanan makanan dan tarif pengantaran barang melalui ojek online.“Enggak diatur,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Budi menjelaskan, masalah tarif pemesanan makanan dan tarif pengantaran barang melalui ojek online diatur oleh masing-masing perusahaan penyedia aplikasi ojek online. Dia menjelaskan, pada awalnya pihak aplikator menerapkan tarif ojek online yang mengangkut penumpang hanya Rp 1.200 per kilometernya.

Sebab, penyedia aplikator merasa para pengemudi bisa mendapat penghasilan lain dari jasa pemesanan makanan dan pengantaran barang.

Baca: Lima Negara Destinasi Wisata Favaorit Ini Menawarkan Harga Tiket Penerbangan di Bawah Rp 5 Jutaan

“Justru, penyedia aplikator itu nett-nya di bawah karena ekosistemnya para pengemudi mendapat upah tidak dari penumpang saja, ada dari pengantaran makanan dan pengantaran barang. Dan itu dihitung semuanya, sehingga dia bisa melihat penghasilan pengemudi itu sekian. Kalau memang dihitung dari penumpang kecil, tapi kalau diakumulasi dengan yang lain sebenarnya mereka cukup,” kata dia.

Baca: Harga Tiket Pesawat Tak Kunjung Turun, Begini Isi Instruksi Pemerintah

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menentukan besaran tarif ojek online. Penetapan tarif ini dibagi menjadi tiga zona. Sistem zonasi ini sendiri terdiri dari, zona I yang meliputi Sumatra, Jawa selain Jabodetabek dan Bali.

Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sedangkan Zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Untuk zona I, tarif batas bawahnya sebesar Rp 1.850 per kilometernya dan tarif batas atasnya Rp 2.300. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Biaya jasa minimal merupakan biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh maksimal 4 kilometer.

Baca: Faisal Basri Ingatkan Risiko Besarnya Pembiayaan Anggaran dari Penerbitan Surat Utang

Di zona II, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 dan tarif batas atasnya Rp 2.300 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sedangkan di zona III tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 dan tarif batas atasnya Rp 2.600 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Besaran tarif ini merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya sewa aplikasi atau tarif bersih (net) yang diterima pengemudi ojek online. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019 mendatang.

Laporan: Akhdi Martin Pratama

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Peraturan Ojek Online, Tarif Antar Makanan dan Antar Barang Tak Ikut Diatur

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved