Perusahaan Mapan Tidak Harus Berkembang Jadi Startup

"Banyak perusahaan besar yang pernah bekerja sama dengan kami mengeluh, karena harapan mereka bisa berlaku sebagai startup tidaklah realistis."

Perusahaan Mapan Tidak Harus Berkembang Jadi Startup
Tribunnews.com/Sri Handriatmo Malau
Dan Toma, dalam acara Coffee Talk with Dan Toma di Gedung Gramedia, Jakarta, Jumat (29/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada kesalahpahaman yang kerap terjadi pada perusahaan mapan di era digital dan perangkat lunak yang telah banyak mengubah wajah bisnis.

Ya, adanya anggapan, bahwa perusahaan mapan harus berinovasi, bertindak layaknya startup.

Baca: Synrgy, Strategi BCA Rangkul untuk Komunitas Startup Fintech

Salah satu penulis buku "The Corporate Start Up" sekaligus konsultan independen pengembangan sistem inovasi, Dan Toma menegaskan, terlalu sederhana jika hanya menyarankan agar perusahaan-perusahaan tersebut bertindak layaknya startup

Karena perusahaan mapan bukanlah startup yang bisa fokus hanya pada satu gagasan bisnis.Dan Toma menilai perusahaan besar bukanlah startup, dan mereka tidak harus berkembang menjadi startup

"Banyak perusahaan besar yang pernah bekerja sama dengan kami mengeluh, karena harapan mereka bisa berlaku sebagai startup tidaklah realistis, mengingat pekerjaan sehari-hari mereka adalah menjalankan perusahaan yang sudah telanjur sukses dan berkeuntungan besar," ucap Dan Toma.

Menurut Dan Toma, inovasi menjadi hal yang wajib dilakukan, atau mati.

Namun, inovasi kerap kali juga menjadi paradoks, khususnya bagi perusahaan mapan yang sudah terjebak pada kesuksesan masa lampau.

"Hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan mapan untuk bertahan dan berkembang adalah harus bisa melihat secara jernih tantangan yang ada di hadapannya," ujar Dan Toma, dalam acara Coffe Talk with Dan Toma di Gedung Gramedia, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Menurut Dan Toma, inovasi tidak lagi terfokus pada desain produk, pengembangan pelanggan, penggambaran pada kanvas model bisnis dan pembuatan produk yang layak dalam jumlah minimum.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved