Kabel Listrik KRL Sering Kesambar Petir, Menhub Minta KAI Bentuk Satgas

Kondisi ini mengakibatkan terganggunya operasional sejumlah moda transportasi termasuk kereta Commuterline Jabodetabek

Kabel Listrik KRL Sering Kesambar Petir, Menhub Minta KAI Bentuk Satgas
Hendra Gunawan/tribunnews.com
Pramugari dan pramugara kereta Tegal Bahari sedang menghidangkan minuman kepada penumpang pada akhir Maret lalu, pembayarannya dilakukan aplikasi Link Aja. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menggelar rapat dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Line Indonesia di Stasiun Bogor, Kamis (4/4/2019).

Pada kesempatan itu Menhub meminta PT KAI untuk membentuk tim khusus untuk mencari cara antisipasi menghadapi cuaca ekstrem. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrim hujan disertai petir yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu belakangan ini.

Kondisi ini mengakibatkan terganggunya operasional sejumlah moda transportasi termasuk KRL Commuter line Jabodetabek yang beberapa kali mengalami gangguan persinyalan dan sistem kelistrikan sehingga berhenti beroperasi.

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau fasilitas KRL Jabodetabek di Stasiun Juanda, Kamis (4/4/2019).
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau fasilitas KRL Jabodetabek di Stasiun Juanda, Kamis (4/4/2019). (Ria Anatasia/tribunnews.com)

Contohnya gangguan pada KRL Comutter Line rute Jatinegara-Parung Panjang dan Jakarta Kota-Bekasi beberapa hari lalu.

“Jangka pendek saya minta kepada PT KAI untuk membuat task force (satuan tugas - satgas) untuk menyelesaikan pekerjaan itu jadi secara khusus katakan berkaitan dengan petir sudah dibentuk suatu tim untuk menganalisa beberapa kejadian itu menyelesaikan dengan cara-cara teknis yang baik,” kata Budi.

Selain itu, Budi menilai kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek sudah cukup lama dan diperlukan pembaharuan. Kondisi tersebut mendukung terjadinya gangguan operasional kereta dengan intensitas yang cukup sering.

“Beberapa hal yg kita dapat simpulkan bahwa peralatan (prasarana perkeretaapian) yang ada di Jabodetabek ini pada usia yang memang sedikit lanjut dan terdapat beberapa kejadian ekstrim baik itu cuaca, hujan maupun petir," ujar Budi.

"Tim task force ini menyelesaikan hal-hal yang katakan berkaitan dengan rel, dan lain sebagainya pada titik-titik yang sudah diindikasikan bermasalah,” imbuhnya.

Menhub menargetkan rencana jangka pendek ini harus dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Terkait prasarana yang sudah termakan usia, Budu memerintahkan pihaknya untuk berkoordinasi dengan PT KAI merencanakan investasi yang diperlukan pembaharuan prasarana seperti rel dan listrik aliran atas (LAA).

“Perbaikanya jangka pendek, 2 minggu sampai 1 bulan hal-hal itu selesai tapi ada lagi yang jangka menengah yang 6 bulan atau 1 tahun karena hal ini berkaitan dengan anggaran. Kita akan koordinasikan berapa anggaran dan apa saja yang mesti diinvestasikan,” pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved