Gejolak Rupiah

Rupiah Gagal Menguat Hingga Akhir Pekan, Ini Sebabnya

Penguatan nilai tukar rupiah tidak bisa bertahan dalam sepekan ini. Aksi profit taking membawa rupiah kembali melemah di akhir pekan.

Rupiah Gagal Menguat Hingga Akhir Pekan, Ini Sebabnya
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penguatan nilai tukar rupiah tidak bisa bertahan dalam sepekan ini. Aksi profit taking membawa rupiah kembali melemah di akhir pekan.

Mengutip Bloomberg di pasar spot, Jumat (26/4) rupiah tercatat melemah 0,09% ke Rp 14.199 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara dalam sepekan rupiah tercatat melemah 1,09%.

Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah tercatat melemah 0,25% ke Rp 14.188 per dollar AS. Dalam sepekan rupiah melemah 1,23%.

Analis Asia Trade Point Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan, penguatan rupiah di awal pekan terjadi karena terpengaruh respons positif pelaku pasar pada hasil pemilihan presiden.

Namun setelah itu, rupiah berangsur melemah hingga akhir pekan. Dollar AS menguat lantaran data ekonomi AS tercatat positif. Data penjualan rumah baru di AS periode April meningkat jadi 692.000 dari ekspektasi yang berada di 647.000 dan data sebelumnya 662.000.

Selain itu, data core durable goods order AS periode April meningkat 0,4% dari ekspektasi yang hanya 0,2% dan data bulan sebelumnya -0,1%.

Selain data AS ekonomi AS yang berangsur membaik, Deddy mengamati penguatan rupiah yang signifikan sejak pekan lalu juga mengundang pelaku pasar untuk melakukan aksi profit taking dan menekan rupiah di akhir pekan ini.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail menambahkan, rupiah yang bergerak melemah juga terpengaruh melemahnya mata uang euro dan yen karena kondisi ekonomi kedua negara tersebut yang juga melemah. "Euro melemah jadi dollar AS menguat akibatnya indeks dollar AS menguat dan mata uang emerging market, seperti rupiah ikut melemah," kata Mikail, Jumat (26/4).

Baca: Program TikTok Travel x Wonderful Indonesia Resmi Diluncurkan

Dengan posisi dollar AS yang kini menguat signifikan, Deddy memproyeksikan rupiah jadi berpotensi menguat di pekan depan karena pelaku pasar akan melakukan aksi profit taking pada dollar AS sambil menunggu rilis data non-farm employment change keluar di pekan depan.

"Pelaku pasar berpotensi lakukan profit taking didukung jika data ekonomi AS nanti malam dirilis sesuai ekspektasi pasar," kata Deddy.

Deddy memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 14.110 per dollar AS hingga Rp 14.200 per dollar AS untuk pekan depan.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Rupiah gagal menguat hingga akhir pekan

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved