Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Demi Jaga Stabilitas Eksternal Ekonomi Indonesia

BI juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5,2% dan defisit transaksi berjalan tahun ini melebar 2,5%-3%.

Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Demi Jaga Stabilitas Eksternal Ekonomi Indonesia
KONTAN/CHEPPY A MUKHLIS
Logo Bank Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga BI - 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%. 

BI juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5,2% dan defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) tahun ini melebar 2,5%-3%.

"Keputusan tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Perry menjelaskan, dari sisi eksternal, perkembangan ekonomi global kurang menguntungkan bagi Indonesia dan memberikan tantangan dalam upaya menjaga stabilitas eksternal baik untuk mendorong ekspor maupun menarik modal asing.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan menurun dipicu stimulus fiskal yang terbatas, pendapatan dan keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat serta permasalahan struktur pasar tenaga kerja yang terus mengemuka.

Perbaikan ekonomi Eropa diprakirakan lebih lambat akibat melemahnya ekspor, belum selesainya permasalahan di sektor keuangan serta berlanjutnya tantangan struktural karena aging population (populasi yang bahkan mulai menua).

Sementara ekonomi China juga diprakirakan belum kuat meskipun telah ditempuh stimulus fiskal melalui pemotongan pajak dan pembangunan infrastruktur.

"Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat berpengaruh pada volume perdagangan dan harga komoditas global yang menurun. Sementara itu ketidakpastian pasar keuangan dunia meningkat dipengaruhi eskalasi perang dagang AS dan Tiongkok," jelas Perry.

Dari sisi internal, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dari perkiraan dipengaruhi ekonomi global yang menurun.

Pada kuartal I-2019 ekonomi tumbuh 5,07% hanya naik tipis bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 5,06%.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved