DPR RI

Teladan Bagi Negarawan, Ketua DPR Usulkan Suhardiman Jadi Pahlawan Nasional

ketua DPR RI Ade Komarudin mengusulkan Suhardiman menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Teladan Bagi Negarawan, Ketua DPR Usulkan Suhardiman Jadi Pahlawan Nasional
Dok. DPR
Ketua DPR RI Ade Komarudin saat berziarah ke makam Suhardiman di komplek makam keluarga Evergreen, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/11/2016) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -   Atas segala jerih payah dan perjuangannya dari semasa muda hingga wafat, ketua DPR RI Ade Komarudin mengusulkan Suhardiman menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia.

“Bukan hanya perjuangan politik tetapi perjuangan fisik saat menjadi Anggota TNI, beliau sangat layak diperjuangkan menjadi pahlawan nasional," ungkap Akom, sapaan akrabnya saat berziarah ke makam Suhardiman di komplek makam keluarga Evergreen, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/11/2016) sore.

Dalam sambutannya, Akom mengatakan Suhardiman adalah salah satu contoh negarawan yang dapat diteladani.

Seorang anak bangsa yang berjuang pada zaman penjajahan serta mengabdikan dirinya  kepada negara hingga diberikan penghormatan sebagai guru besar.

Pada masa orde lama, Suhardiman turut mewarnai perjalanan politik Indonesia.

Ia mendirikan Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) untuk membendung penyebaran paham komunisme serta melakukan perlawanan terhadap G30S PKI.

Selain itu, Akom mengenang Suhardiman sebagai sosok yang juga berkiprah di dunia militer dan terlibat dalam perang merebut kemerdekaan RI dari tangan penjajah.

“Mereka adalah para pejuang yang melawan para penjajah, dan kemudian mengabdikan dirinya dipemerintahan dan di Tentara Nasional Indonesia.  Seperti halnya pahlawan nasional lainnya, beliau juga berhak,” ujar politisi F-Partai Golkar itu.

Namun, diakui politisi asal dapil Jawa Barat itu, keputusan pemberian gelar pahlawan diserahkan kepada Dewan Gelar sebagai pihak yang berwenang untuk memutuskan siapapun menjadi pahlawan nasional.

Sebagaimana diketahui, Suhardiman wafat pada usia ke-91. Beliau adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia, mulai dari zaman hindia belanda, zaman jepang, orde lama, orde baru hingga masa reformasi.

Semasa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai anggota MPR/DPR RI dan Dewan Pertimbangan Agung. Kunjungan Akom ke makam Suhardiman masih dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan.  (Pemberitaan DPR RI). 

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved