DPR RI

Berita Parlemen

BKSAP Ajak Perempuan Berpartisipasi Politik dan Ekonomi

Peringatan International Women’s Day (IWD) menjadi momentum Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyerukan keterlibatan perempuan dalam pol

BKSAP Ajak Perempuan Berpartisipasi Politik dan Ekonomi
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Gedung DPR RI 

Peringatan International Women’s Day (IWD) menjadi momentum Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyerukan keterlibatan perempuan dalam politik dan pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ketua BKSAP DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf menuturkan, perempuan tidak perlu takut terjun di dunia ekonomi maupun politik. Kendati, saat ini banyak perempuan yang tidak tahu cara mengakses informasi.

“Karena itu, diperlukan forum-forum seperti ini yang memberikan pencerahan bahwa perempuan dan laki-laki punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” papar Nurhayati dalam peringatan IWD bertema Empowering Women in Politics and Economics for Reducing Gaps, di Malang, Jawa Timur, Selasa (2/4). Turut hadir Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno, serta Anggota BKSAP DPR RI Saniatul Lativa, Kartika Yudhisti, Amelia Anggraini, dan Zairina.

Peringatan IWD ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan diantaranya Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ratna Susianawati, Direktur Keluarga dan Perempuan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) Woro Srihastusi, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Amany Lubis.

Hadir pula akademisi, aparat penegak hukum dan aktivis perempuan yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk berbagi ilmu terkait pemberdayaan perempuan guna mengurangi kesenjangan.  

Menyadari pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keterlibatan perempuan dalam politik, Nurhayati mengajak semua pihak untuk  melangkah ke depan dengan aksi- aksi nyata, dan tidak cukup hanya dengan slogan.

Menurutnya, Provinsi Jawa Timur bisa menjadi percontohan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin.

“Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kepala daerah, camat, polisi dan jabatan lain yang dipegang perempuan. Bahkan, Gubernur Jawa Timur saat ini juga perempuan. Ini bisa menjadi contoh yang sangat baik untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik,” tegas politisi F-Demokrat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri PPPA menyampaikan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menciptakan ide-ide kreatif guna meningkatkan kualitas perempuan khususnya pada sektor ekonomi dan dengan kemampuan tersebut kaum perempuan akan siap menghadapi revolusi industri 4.0. 

Sementara itu, Direktur Keluarga dan Perempuan Bappenas Woro Srihastusi menekankan bahwa untuk mencapai kesetaraan dan memberdayakan kaum perempuan yaitu dengan melakukan reformasi untuk memberi hak yang sama kepada perempuan terhadap sumber daya ekonomi serta jasa keuangan, dengan memastikan hak-hak perempuan terpenuhi, maka akan tercapai pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved