MK Tolak Pilkada Kota Binjai Akhiri Harapan Meutya Hafid Jadi Wali Kota

Mahkamah Konstitusi menolak permohonan yang diajukan oleh calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Binjai Dhani Setiawan Isma-Meutya Viada Hafid.

MK Tolak Pilkada Kota Binjai Akhiri Harapan Meutya Hafid Jadi Wali Kota
Istimewa
Pilkada
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi menolak permohonan yang diajukan oleh calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Binjai Dhani Setiawan Isma-Meutya Viada Hafid.

Dalam pertimbangan MK, permohonan pemohon yang mendalilkan Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai telah melakukan kesalahan rekapitulasi penghitungan suara di Tingkat PPK Binjai Barat, Binjai Utara, Binjai Timur, Binjai Selatan dan Binjai Kota telah merugikan pemohon. 

Mereka juga menyatakan pada saat penghitungan suara, perolehan suara pemohon dianggap tidak sah oleh KPPS dikarenakan kertas suara dicoblos oleh pemilih hingga bagian belakang secara simetris.

"Terhadap dalil tersebut Mahkamah berpendapat, bahwa pemohon tidak secara jelas merugikan di TPS mana kesalahan termohon dalam melakukan rekapitulasi penghitungan suara yang pemohon maksud," kata Hakim Konstitusi, Muhammad Alim saat persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat(11/6/2010).

Mahkamah menganggap pemohon tidak dapat membuktikan dan di dalam persidangan tidak ditemukan adanya keberatan dari saksi pemohon terhadap suara yang tercoblos simetris, dan kertas suara yang robek di bagian tengah. 

Selain itu, dalil pemohon yang menyatakan perolehan suara pemohon seharusnya 22.287 bukan 22.087 sebagaimana yang telah ditetapkan termohon, Mahkamah berpendapat pemohon tidak dapat membuktinya dalilnya atas kehilangan suara yang didalilkan pemohon sebanyak 200 suara.

"Menurut Mahkamah dalil pemohon tidak terbukti dan harus dikesampingkan," tandasnya.
Sebelumnya, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dhani-Meutya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Mereka meminta penghitungan kembali kotak suara sekaligus mencari kebenaran pelaksanaan Pilkada di Kota Binjai.

Selain itu mereka menganggap ada kesalahan penghitungan suara di beberapa TPS, Kecamatan Binjai Barat. Hal itu berdasarkan temuan-temuan saksi yang ditempatkan di tiap-tiap TPS.

Editor: Widiyabuana Slay
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved