• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Ayam Mati Ditangan Sekcam Satarmese Barat

Kamis, 1 Juli 2010 20:23 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Seekor ayam yang diserahkan kepada Sekretaris Camat Satarmese Barat, Manggarai, Petrus Jita, dari tangan tua adat, seketika mati di tangan Jita.

Demikian diungkapkan saksi Largus Ampung, dalam sidang sengketa Pemilukada Manggarai, di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (30/6/2010) malam. Sidang dipimpin oleh ketua mejelis hakim MK, Akil Mochtar didampingi dua hakim anggota yakni Muhamad Alim dan Hamdan Zulfa.

Hadir saat itu pemohon diwakili kuasa hukumnya, Danggur Kondradus, SH,MM,MH, dkk. Sementara dari pihak termohon KPUD manggarai diwakili tim kuasa hukumnya, Edi danggur, SH,MM,MH, dkk. 

Largus mengatakan, kampanye terselubung untuk memenangkan Paket Credo (Christian Rotok-Deno Kamilus), yang kini terpiliha mnejadi Bupati manggarai, dilakukan oleh Sekcam Satarmese Barat, Petrus Jita.

Dikisahkan Largus, dalam suatu kesempatan, Petrus Jita mewakili Camat untuk mengikuti kegiatan penyerahan tanah dari masyarakat kepada pemerintah untuk pembangunan sekolah di kampung Kaer Belia.

Penyerahan tanah itu dilakukan secara seremonial adat, berupa penyerahan seekor ayam dari tua adapt kepada pemerintah yang diwakili oleh Sekcam Jita..

Menurutnya, saat tua adat menyerahkan satu ekor ayam ke Sekcam, Sekcam menerima ayam itu dan mengatakan ‘sia-sia kamu serahkan tanah ini kalau kamu tidak mendukung Kristian Rotok-Deno Kamilus, maka sekolah ini tidak akan dibangun.

"Saat dia (Jita) menerima ayam itu dari tua adat, ayam yang diberikan kepadanya itu langsung mati di tangannya,” kata Largus.

Menurut Largus ia tidak mengetahui apa makna kematian ayam itu di tangan Jita, karena kejadian seperti itu sangat jarang terjadi. Selain itu, Largus juga mengungkapkan keterlibatan sejumlah kepala dinas, bagian, pimpinan dan badan dalam kampanye untuk memenangkan Paket Credo, seperti Aloysius Cibarut (pegawai Dinas PO),  Venas Gantas (pegawai Dinas Sosial),  kepala pajak dan dispenda.

Largus mengaku pernah diajak mengikuti pertemuan bersama Aloysius Cibarat karena dia juga bagian dari keluarga Aloysius.

“Dalam dalam pertemuan itu dia (Aloysius) katakan, ‘Credo merupakan bupati terbaik karena selama ini Credo sudah banyak berbuat untuk saya, jadi sebaiknya kalian semua ikuti saya untuk pilih paket ini,” kata Ampung mengulangi ajakan Aloysius kepada masyarakat.

Lebih lanjut  Largus mengungapkan keterlibatan PNS Kantor Gubenur NTT,  Dominikus Muda, dalam kampanye untuk paket Credo. Muda adalah kakak ipar Largus.

“Dia mengajak saya untuk gabung sebagai tim sukses Credo. Dia adalah teman Kristian Rotok waktu masih kuliah di Kupang. Dia pulang kampung untuk Credo dan paksa saya untuk memenangkan kredo. Dia juga bawa saya ke rumah Camat Satarmese Barat, Marselinus Bandur,” jelas Ampung.
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
30049 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas