Sabtu, 28 Maret 2015
Tribunnews.com

Ayam Mati Ditangan Sekcam Satarmese Barat

Kamis, 1 Juli 2010 20:23 WIB

Demikian diungkapkan saksi Largus Ampung, dalam sidang sengketa Pemilukada Manggarai, di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (30/6/2010) malam. Sidang dipimpin oleh ketua mejelis hakim MK, Akil Mochtar didampingi dua hakim anggota yakni Muhamad Alim dan Hamdan Zulfa.

Hadir saat itu pemohon diwakili kuasa hukumnya, Danggur Kondradus, SH,MM,MH, dkk. Sementara dari pihak termohon KPUD manggarai diwakili tim kuasa hukumnya, Edi danggur, SH,MM,MH, dkk. 

Largus mengatakan, kampanye terselubung untuk memenangkan Paket Credo (Christian Rotok-Deno Kamilus), yang kini terpiliha mnejadi Bupati manggarai, dilakukan oleh Sekcam Satarmese Barat, Petrus Jita.

Dikisahkan Largus, dalam suatu kesempatan, Petrus Jita mewakili Camat untuk mengikuti kegiatan penyerahan tanah dari masyarakat kepada pemerintah untuk pembangunan sekolah di kampung Kaer Belia.

Penyerahan tanah itu dilakukan secara seremonial adat, berupa penyerahan seekor ayam dari tua adapt kepada pemerintah yang diwakili oleh Sekcam Jita..

Menurutnya, saat tua adat menyerahkan satu ekor ayam ke Sekcam, Sekcam menerima ayam itu dan mengatakan ‘sia-sia kamu serahkan tanah ini kalau kamu tidak mendukung Kristian Rotok-Deno Kamilus, maka sekolah ini tidak akan dibangun.

"Saat dia (Jita) menerima ayam itu dari tua adat, ayam yang diberikan kepadanya itu langsung mati di tangannya,” kata Largus.

Halaman12
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas