Euro 2012

Andrei Arshavin Bakal Jadi Mesin Gol Rusia

Empat tahun yang lalu, Andrei Arshavin termasuk sebagai salah satu pemain terbaik di Eropa

Andrei Arshavin Bakal Jadi Mesin Gol Rusia
zimbio
Andrei Arshavin

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Empat tahun yang lalu, Andrei Arshavin termasuk sebagai salah satu pemain terbaik di Eropa setelah menampilkan performa apik bersama Zenit St Petersburg di Piala UEFA dan Rusia di Euro 2008. Profilnya pun meningkat seiring dengan kepindahannya ke Arsenal.

Performanya perlahan menurun dan Arsenal mengembalikannya ke Zenit karena kekurangan jam tanding. Kepulangannya ke Rusia seakan mempertegas pamornya yang menurun. Meskipun Arshavin didaulat sebagai kapten tim Beruang Merah, publik Rusia seolah tidak terlalu memikirkan apakah Arshavin mampu membawa Rusia berbicara banyak seperti empat tahun lalu. Arshavin bukan lagi sosok yang penting bagi skuat asuhan Dick Advocaat itu. Sekarang, publik Rusia membebankan itu pada sosok Alan Dzagoev.

Alan Dzagoev adalah idola baru publik Rusia. Bakatnya yang besar membuatnya disebut-sebut memiliki prospek cerah sebagai gelandang serang terbaik di dunia. Apalagi, Dzagoev masih berumur 21 tahun. Kondisi fisik Dzagoev yang lebih segar tentu bisa menggantikan Arshavin sebagai maskot Rusia di masa depan.

Pemuda kelahiran Beslan ini memiliki kecerdasan tingkat tinggi. Visi permainannya sulit dibaca lawan dan umpan-umpan matangnya sangat memanjakan para penyerang. Berkat kreativitasnya yang tinggi, Dzagoev mampu menciptakan ruang bagi penyerang untuk mencetak gol. Ketika dibutuhkan pun, Dzagoev kerap memecah kebuntuan tim melalui gol-golnya dan tusukan-tusukannya yang tajam dari jauh.

Beda dengan playmaker-playmaker lain yang pada umumnya malas bergerak, Dzagoev merupakan tipikal gelandang serang pekerja keras. Penyuka cokelat batangan ini selalu bergairah pada setiap pertandingan yang dimainkan. Meski masih muda, pemuda dari etnis Ossetia itu tidak ragu-ragu memompa semangat rekan-rekan setim untuk bekerja keras memenangkan pertandingan.

“Alan Dzagoev mungkin sudah tidak layak lagi dianggap bintang muda karena dia kaya pengalaman,” ujar gelandang Rusia, Diniyar Bilyaletdinov seperti dikutip oleh Four Four two.

Dzagoev tercatat sebagai pemain termuda non kiper yang bermain untuk tim nasional Rusia ketika berusia 18 tahun 166 hari. Debutnya diawali ketika bertanding melawan Jerman, Oktober 2008 pada kualifikasi Piala Dunia 2010. Sejak memulai debutnya itu, Dzagoev kemudian berkembang menjadi pemain penting Rusia. Pelatih Rusia ketika itu, Guus Hiddink bahkan melontarkan pujian setelah menyimak aksi Dzagoev saat melawan Jerman.

“Dia menyatu dalam tim dengan baik. Alan merupakan pemain yang sangat cerdas dengan kemampuan untuk membuat umpan pembunuh dan mengatur permainan,” puji Hiddink seperti dikutip oleh Total Football Madness.

Berbaju Rusia, Dzagoev diplot sebagai gelandang serang dalam skema racikan Dick Advocaat. Bersama Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchencko, Dzagoev dituntut untuk lebih menyerang. Trio ini merupakan trio yang menakutkan di Euro 2012. Tim raksasa Italia terakhir kali merasakan keganasan Alan Dzagoev. Permainan cantik Dzagoev dalam mendistribusikan bola menghancurkan Italia dengan skor telak 3-0.

Baca juga:


Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help