Euro 2012

Ironi Gli Azzurri

Faktor kelelahan menjadi ironi mengerikan bagi petualangan skuad Gli Azzurri di pentas Euro 2012.

Ironi Gli Azzurri
AP/Getty Images/Gregorio Borgia
Pemain Italia hanya bisa berdiri kecewa usai dikalahkan Spanyol di final Euro 2012, di Olimpic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari Wib. Italia kalah 4-0, dan harus rela menjadi runner up

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Faktor kelelahan menjadi ironi mengerikan bagi petualangan skuad Gli Azzurri di pentas Euro 2012. Italia secara pahit harus rela  menyaksikan Spanyol berpesta kala mengangkat  trofi Euro 2012, Senin (2/7/2012) dini hari WIB di Olympic Stadium, Kiev.

Akibat kelelahan, Italia praktis membiarkan Spanyol mendominasi jalannya pertandingan dan menceploskan empat gol tanpa balas melalui David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.

Melawan tim Matador, tim Azzuri tampil melempem. Permainan atraktif yang diperagakan saat melawan tim yang sama di babak penyisihan grup nyaris tidak terlihat. Alhasil, Xavi Hernandez, cs superior menggempur pertahanan Italia. Pertahanan kokoh yang selama ini identik dengan Italia mudah ditembus oleh jugador-jugador La Furia Roja.
Empat gol pun secara mudah bersarang di gawang yang dikawal kiper sekaliber Gianluigi Buffon. Torehan empat gol tanpa balas bahkan memecahkan rekor kemenangan terbesar di final Piala Eropa sejak terakhir kali Jerman Barat menang 3-0 atas Uni Soviet di final Piala Eropa 1972.
Cesare Prandelli, sang pelatih, secara terang-terangan mengakui kekalahan telak timnya terjadi karena stamina anak-anak asuhannya kurang fit. Spanyol jauh lebih bugar dibandingkan Gianluigi Buffon, cs.
“Kami melihat sejak awal mereka (Spanyol) tampil lebih segar karena kami banyak menghabiskan energi dalam seminggu terakhir. Satu-satunya penyesalan adalah kami tidak memiliki sedikit hari tambahan untuk memulihkan kondisi fisik,” ungkap Prandelli seperti dikutip oleh Sports Illustrated.
Kelelahan pun berdampak besar pada perfoma tim Azzurri. Bek andalan Gli Azzurri, Giorgio Chiellini, mengalami cedera harmstring selang 7 menit setelah gol petama Spanyol oleh David Silva di menit 14. Cedera itu merupakan cedera kambuhan yang membuatnya tidak memperkuat Italia saat melawan Inggris di perempat final.  
Cedera serupa dialami oleh Thiago Motta di pertengahan babak kedua merupakan bukti sahih betapa kelelahan menjadi faktor pemicu kekalahan telak tersebut. Padahal, pemain berdarah Brasil itu baru 5 menit berada di atas rumput hijau.
Ironisnya, Motta baru masuk menggantikan Ricardo Montolivo. Praktis, Italia harus bermain dengan 10 orang karena telah melakukan tiga pergantian pemain.
“Sejak kami bermain dengan 10 orang, tidak banyak yang bisa kami lakukan. Kami berusaha untuk kembali seperti di awal babak ke-dua, namun kemudian kami kehilangan Thiago Motta,” tutur eks allenatore Fiorentina itu.
Faktor kelelahan pun membuat lini tengah Italia seakan didikte oleh enam gelandang La Furia Roja. Lini tengah Azzurri yang dimotori Andrea Pirlo, didampingi Daniele De Rossi, Ricardo Montolivo, dan Claudio Marchisio gagal mengimbangi Xavi Hernandez, cs. Lini tengah Spanyol pun menjadi superior dan menguasai permainan.
“Semua gelandang kelelahan,” tambah Prandelli.
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help