Minggu, 5 Juli 2015
Tribunnews.com

Warga Aceh di Eropa Galang Dana untuk Penghijauan Pusong

Senin, 5 Juli 2010 13:00 WIB

Warga Aceh di Eropa Galang Dana untuk Penghijauan Pusong
TRIBUNNEWS.COM/dany permana
Kampanye Lingkungan Hidup - Seorang anak ikut mengkampanyekan gerakan aktif untuk lingkungan hidup, yang digelar Yayasan Green Network Indonesia dan Eka Tjipta, di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Sabtu (5/6/2010). (TRIBUNNEW.COM/dany permana)

Ini dimaksudkan untuk melakukan penanaman pohon bakau di Gampong Teulaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat. Kegiatan yang dimulai Sabtu (3/7/2010), dipusatkan di sebuah gedung sekolah beralamat Lindholmsvej 65, 9400 Norresundby, Aalborg, Nordjylland, Denmark. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Senin (5/7/2010).

Aksi ini juga bertujuan mewujudkan deklarasi rehabilitasi dan rekonstruksi Pulau Pusong. Seperti diketahui, deklarasi hijau masyarakat Pusong itu dilakukan aktivis AWF atas sikap keprihatinan terhadap abrasi yang kian mengganas--akibat menipisnya habitat hutan bakau.

Deklarasi hijau ini juga untuk menggugah para pengambil kebijakan untuk lebih peduli kepada daerah terpencil dan tertinggal, Pusong merupakan gugusan pulau tempat habitat mangrove, berbagai jenis satwa, dan tempat paru-paru hijau ekosistem Kota Langsa yang memberi ruang pergantian udara bagi sebuah kota.

Gugusan pulau ini juga mampu meredam terjangan ombak dan angin serta mampu menampung debit air serta jalur ekonomis yang utama bagi daerah maritim. Sekarang, gugusan pulau ini semakin memprihatinkan. Sampah berhamparan di akar-akar bakau bekas ditebang. Limbah-limbah industri, rumah tangga, limbah tambak masyarakat juga memenuhi wilayah kepulauan yang didiami sekitar 2.500 atau 400 KK.

Juru Kampanye AWF Eropa, Adi Alamsyah, dalam pernyataannya mengatakan, pihaknya sangat berharap dukungan dari warga Aceh yang menetap di Eropa untuk membantu aksi tanam pohon bakau di sejumlah titik untuk mengantisipasi abrasi yang terus meluas.

Adi mengatakan pihaknya merencanakan untuk menanam bakau dengan beragam jenis seperti bakau kelapa, minyak, banda, tenggar di Pusong seluas 600 hektare yang dilakukan dalam beberapa tahapan. “Data luas lahan ini sesuai dengan data yang dikeluarkan pemerintah lokal. Target kami juga akan melengkapi segala kekurangan program yang sudah dilakukan pemerintah melalui BRR dan Gerhan. Banyak pekerjaan sebelumnya yang tidak memenuhi, kami akan berusaha melengkapi,” katanya.

Demi suksesnya program ini, kata Adi, pihaknya juga akan mempekerjakan penduduk setempat. “Jadi program berbasis masyarakat ini juga kami harapkan dapat menguatkan otoritas adat dalam pengelolaan hutan di Aceh,” kata Adi.

Halaman12
Penulis: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas