• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

4 Staf Wisma Kedubes RI di Washington Kabur

Senin, 18 April 2011 14:12 WIB
4 Staf Wisma Kedubes RI di Washington Kabur
facebook
Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal dan istrinya, Rosa Rai Djalal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand WS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KBRI Watch bertemu dengan KBRI Washington DC pada Rabu (18/4/2011). Pertemuan itu dilakukan terkait kaburnya empat orang staff rumah tangga di Wisma Duta Besar Indonesia di Washington, DC. Saat ini, Dubes RI di Washington adalah Dyno Pati Djalal.

"Kelompok KBRI Watch telah mengirimkan surat resmi kepada KBRI  tertanggal 10 April meminta penjelasan perihal kasus larinya para staf RT tersebut," kata Koordinator KBRI Watch Irwan Rosyadi dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Senin (18/4/2011).

Irwan mengatakan pihak KBRI menyesalkan adanya pemberitaan bocornya peristiwa tersebut kepada media sehingga permasalahannya menjadi lebih kompleks.

Pihak KBRI sendiri diwakili oleh Kepala Bidang Penerangan Heru Subolo yang ditunjuk untuk mewakili Duta Besar LBBP (Luar Biasa dan Berkuasa Penuh)  Republik Indonesia di Amerika, Dino Patti Djalal.

Irwan mengatakan  masalah keselamatan Staf RT yang kabur dari Wisma Dubes harus menjadi perhatian seluruh anggota masyarakat Indonesia, karena banyak kasus para staf yang lari akhirnya menjadi korban human trafficking.

Irwan menjelaskan bahwa dirinya mendapat informasi dari Diplomat di bidang konsuler kasus tiga  staf rumah tangga yang kabur sebelumnya sudah dilaporkan ke pemerintah AS melalui Department of State.

"Mereka dianggap menyalahi kontrak, sedangkan staf rumah tangga ke-4 yang terakhir kabur  masih terus dicari," imbuhnya.

Pihak KBRI, kata Irwan, juga menganggap kasus kaburnya staf rumah tangga di Wisma Tilden meripakan permasalahan internal. Namun KBRI Watch melihat persoalan itu bukan lagi persoalan internal KBRI.

Pihak KBRI, lanjut Irwan, juga bersikukuh tidak menjawab ketika ditanyakan kaburnya staf tersebut karena perlakukan atasan atau masalah gaji.

Pasalnya perhitungan kasar KBRI Watch, penggajian staf yang di luar tanggungan KBRI bisa memakan biaya sekitar 5.000 dolar AS lebih per bulan, yang tentunya harus ditanggung dari kantong pribadi keluarga Duta Besar. 
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
107613 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas