• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Rabbani: Gerakan Terorisme di Indonesia Bukan dari Afghanistan

Selasa, 19 Juli 2011 19:37 WIB
Rabbani: Gerakan Terorisme di Indonesia Bukan dari Afghanistan
Iwan Taunuzi/Tribunnews.com
Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani Salam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani Salam menegaskan adanya gerakan terorisme yang terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia itu bukan berasal dari Afghanistan.

Hal itu ia tegaskan dalam konferensi pers hasil kesepakatan perundingan perdamaian Afghanistan di kantor PBNU menyusul adanya tudingan bahwa teroris, khususnya di Indonesia, merupakan para mujahidin Indonesia yang berjuang di Afghanistan.

"Gerakan terorisme bukan datang dari Afghanistan. Karena jihad yang berlangsung di Afghanistan itu dasarnya bukan terorisme, bahkan adalah anti terorisme," tegasnya, Selasa (17/9/2011).

Ia mencontohkan bagaimana pada era mujahiddin selama perang 10 tahun saat melawan Uni Soviet mereka (mujahidin) tidak pernah melakukan terorisme.

"Mereka tidak pernah meledakkan kedutaan Uni Soviet dan juga tidak pernah menculik orang-orang Uni Soviet, dan ini menunjukkan gerakan-gerakan ini dasarnya bukanlah terorisme sebagaimana yang telah di tuduhkan," tandas Rabbani.

"Tidak ada satu orangpun dari Uni Soviet yang diculik oleh para mujahidin," imbuhnya.

Menurutnya, gerakan terorisme adalah suatu barang yang datangnya dari luar, bukan dari Afghanistan. Bahkan ia berani mengatakan sesungguhnya masyarakat Afghanistan sendiri adalah korban terorisme itu sendiri.

"Para mujahidin hanya berperang menggunakan senjata di lapangan itu sendiri, jadi tidak pernah melakukan di luar seperti meledakkan Kedutaan dan sebagainya," terangnya.

Di Afghanistan, gerakan terorisme bukanlah sebuah aliran agama, melainkan justru dilakukan oleh kelompok-kelompok anti Islam yang bersumber dari intelijen.

"Yang mendidik atau mentarbiyah anak-anak muda dan gerakan-gerakan terorisme dan yang disesalkan hal ini terjadi juga di negara anda (Indonesia)," papar Pimpinan Peace Concern dan Pimpinan Delegasi Afghanistan ini.

Ia pun berani memastikan bahwa gerakan terorisme tak lain bersumber dari agen intelijen sebagaimana yang terjadi di Bali.

"Dan kami yakinkan kembali gerakan mujahidin dasarnya bukanlah terorisme melakinkan anti terorisme itu sendiri. Semua gerakan ini adalah untuk menjelekkan image Islam," katanya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
139802 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas