Rabbani: Gerakan Terorisme di Indonesia Bukan dari Afghanistan

Selasa, 19 Juli 2011 19:37 WIB

Rabbani: Gerakan Terorisme di Indonesia Bukan dari Afghanistan
Iwan Taunuzi/Tribunnews.com
Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani Salam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani Salam menegaskan adanya gerakan terorisme yang terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia itu bukan berasal dari Afghanistan.

Hal itu ia tegaskan dalam konferensi pers hasil kesepakatan perundingan perdamaian Afghanistan di kantor PBNU menyusul adanya tudingan bahwa teroris, khususnya di Indonesia, merupakan para mujahidin Indonesia yang berjuang di Afghanistan.

"Gerakan terorisme bukan datang dari Afghanistan. Karena jihad yang berlangsung di Afghanistan itu dasarnya bukan terorisme, bahkan adalah anti terorisme," tegasnya, Selasa (17/9/2011).

Ia mencontohkan bagaimana pada era mujahiddin selama perang 10 tahun saat melawan Uni Soviet mereka (mujahidin) tidak pernah melakukan terorisme.

"Mereka tidak pernah meledakkan kedutaan Uni Soviet dan juga tidak pernah menculik orang-orang Uni Soviet, dan ini menunjukkan gerakan-gerakan ini dasarnya bukanlah terorisme sebagaimana yang telah di tuduhkan," tandas Rabbani.

"Tidak ada satu orangpun dari Uni Soviet yang diculik oleh para mujahidin," imbuhnya.

Menurutnya, gerakan terorisme adalah suatu barang yang datangnya dari luar, bukan dari Afghanistan. Bahkan ia berani mengatakan sesungguhnya masyarakat Afghanistan sendiri adalah korban terorisme itu sendiri.

Halaman
12
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help