• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tutupi Perselingkuhan, Mantan Polwan Mengaku Diperkosa

Rabu, 8 Februari 2012 16:55 WIB
Tutupi Perselingkuhan, Mantan Polwan Mengaku Diperkosa
SYDNEY MORNING HERALD
Natalie Irene Passalick

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mantan polwan mengarang cerita jika rekan sekerjanya memperkosa dirinya setelah sang suami mengetahui perselingkuhan mereka. Demikian keterangan yang disampaikan di depan pengadilan dan dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (8/2/2012).

Namun pengacara bagi mantan polwan bernama Natalie Irene Passalick menegaskan jika pemerkosaan itu benar-benar terjadi dan membuat pihak kepolisian melakukan penyelidikan internal setelah adanya informasi dari lembaga Departemen Standar Kode Etik.

Passalick (29) diadili karena dianggap membuat laporan palsu. Jaksa penuntut Bob Johnson mengatakan di depan juri bahwa Passalick dan Heath Merry, yang dituduhnya memperkosa, mulai berselingkuh dari Desember 2008 hingga April 2009.

Ia mengatakan keduanya bertemu di kantor polisi Footscray,sebuah wilayah yang berjarak lima kilometer dari Melbourne, Victoria, Australia. Saat itu keduanya bertugas di sana dan Passalick kemudian bertemu calon suaminya ketika itu, Mark Passalick.

Dalam dakwaan, Johnson mengatakan bahwa Merry dan Passalick terus berhubungan hingga akhir 2008 dan kemudian melanjutkan hubungan panas mereka sampai keduanya bertugas di tempat yang sama di Oaks Day.

Pada April 2009, Passalick melapor ke atasannya jika ia diperkosa. Dalam pernyataan itu, Passalick mengaku Merry datang ke rumahnya di Yarravile tengah malam pada 4 Januari 2009 untuk bertemu dengannya namun ia tidak mengizinkannya. Tetapi Merry kemudian meminta ia masturbasi dan bisa melihatnya melalui jendela. Merry kemudian memaksa masuk dan kemudian memperkosanya. Sidang kembali dilanjutkan.

Penulis: Widiyabuana Slay
0 KOMENTAR
249281 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas