Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Tour Matan Ruak Presiden Baru Timor Leste

Selasa, 17 April 2012 14:12 WIB

Tour Matan Ruak Presiden Baru Timor Leste
ist
Tour Matan Ruak

TRIBUNNEWS.COM, DILI — Meski baru 733 persen suara yang dihitung, antan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste, Taur Matan Ruak, memenangi pemilihan presiden. Bahkan perolehan suara untuk Ruak berbeda cukup lebar pada putaran kedua pemungutan suara, Selasa (17/4/2012), berdasarkan hasil sementara.

Hasil penghitungan sementara di ke-13 kabupaten provinsi, Ruak unggul dengan 59,91 persen atau 190.061 suara. Kandidat lainnya, Francisco "Lu-Olo" Guterres, dari oposisi Fretilin meraih 40,09 persen.

Putaran kedua pemungutan suara terjadi setelah tak seorang pun dari 12 calon dalam pemilihan presiden mengumpulkan suara mayoritas yang diperlukan untuk mengamankan kemenangan dalam putaran pertama pada 17 Maret.

Pemilih menuju ke tempat-tempat pemungutan suara sebelum pukul 15.00 waktu setempat pada Senin (16/4/2012) . Proses pemungutan suara berjalan lancar di bawah kesaksian para pengamat internasional. Misi integrasi PBB juga hadir untuk membantu menjaga ketertiban. Hasil akhir diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang jika tidak ditantang di pengadilan.

Presiden Timor Leste adalah kepala negara, tetapi pusat struktur kekuasaan adalah pada perdana menteri dalam sistem parlementer. Namun, presiden memiliki hak veto dalam keadaan tertentu.  Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun.

Ruak akan mengambil alih kepemimpinan dari Presiden Jose Ramos-Horta pada 20 Mei mendatang.

Dilahirkan pada tahun 1955, nama asli Taur Matan Ruak adalah Jose Maria Vasconcelos. Nama Taur Matan Ruak berarti "dua mata tajam" dalam bahasa Tetum.

Ruak telah menjadi pejuang sebelum Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 2002. Dia mundur sebagai panglima angkatan bersenjata tahun lalu untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Negara dengan penduduk sedikit, satu juta orang, itu adalah salah satu negara dunia yang belum berkembang. Namun, beberapa pengunjung mengatakan, negara itu telah banyak berubah selama beberapa tahun terakhir.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas