Sabtu, 1 Agustus 2015
Tribunnews.com

Kertas Fotokopi Indonesia Diselidiki Jepang

Sabtu, 7 Juli 2012 23:45 WIB

Kertas Fotokopi Indonesia Diselidiki Jepang
best-b2b.com
Foto ilustrasi produk kertas indonesia

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kertas Fotokopi Indonesia yang tersebar di Jepang akan diselidiki pemerintah Jepang dengan dugaan melakukan dumping di negeri Sakura tersebut.

Delapan perusahaan kertas Jepang mengajukan keluhan khusus terhadap Indonesia lewat pihak Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Perindustrian (METI) Jepang 10 Mei lalu.

“Selama dua bulan kami mempertimbangkan untuk memproses tidaknya keluhan delapan perusahaan kertas Jepang itu. Setelah ditemukan bukti yang kuat dari mereka, kami putuskan akhirnya untuk memproses keluhan tersebut sesuai prosedur Badan Perdagangan Dunia (WTO) Artikel 8 GATT (General Agreement on Tariffs and Trade 1994) mengenai kesepakatan Anti-Dumping,” kata Keiichi Iwase, Direktur Penyelidikan Perdagangan Biro Kerjasama Ekonomi METI, di kantornya.

Wawancara dilakukan Richard Susilo, warga Indonesia di Tokyo, Jepang, dan dikirim khusus untuk Tribunnews.com.

Q: Mengapa investigasi Anti Dumping ini baru muncul sekarang?
A: Kita mendapat keluhan resmi dari delapan perusahaan besar kertas di Jepang dan tampaknya tidak ada satu pun yang menentang adanya keluhan ini di antara industri kertas Jepang.

Mereka meminta agar dilakukan penyelidikan khususnya kertas fotokopi impor yang dipasarkan di Jepang. Jumlah kertas impor dan yang dijual di Jepang kini jauh semakin besar. Berdasarkan keluhan resmi itulah kami mulai memprosesnya, melihat kemungkinan adanya Dumping atau tidak dilakukan oleh Indonesia.

Delapan perusahaan Jepang itu adalah Nippon Paper Industries Co.Ltd., Nippon Daishowa Paperboard Co.Ltd., Oji Paper Co.Ltd., Oji Speciality Paper Co.Ltd., Daio Paper Corporation, Hokuetsu Kishu Paper Co.Ltd., Mitsubishi Paper Mills Limited, dan Marusumi Paper Co.Ltd..

Halaman1234
Editor: Dahlan Dahi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas