Selasa, 28 April 2015
Tribunnews.com

Tumpukan Koin Emas Romawi Kuno Ditemukan

Sabtu, 14 Juli 2012 08:14 WIB

Tumpukan Koin Emas Romawi Kuno Ditemukan
national geographic

TRIBUNNEWS.COM - Arkeolog Israel menemukan harta karun berupa koin emas yang ditaksir bernilar lebih dari US$500 ribu (Rp4,7 miliar) di sebuah permukiman pasukan Romawi kuno di Taman Nasional Apollonia, Israel. Saat ditemukan, koin-koin terbenam di sebuah tembereng yang dikuburkan. Koin emas dinar dari zaman Perang Salib tersebut bertuliskan nama dan legenda dari para sultan lokal dan doa-doa.

Tim arkeolog penemunya merupakan gabungan dari Tel Aviv University dan Otoritas Israel’s Nature and Parks yang bekerja di Taman Nasional Apollonia. Lokasi ini dulunya adalah pemukiman Romawi kuno yang pantainya pernah digunakan tentara Perang Salib antara tahun 1241 hingga 1265 dan jadi benteng terpenting di wilayah itu.

"Secara keseluruhan kami menemukan 108 seperempat dinar, ini menjadi tumpukan koin emas terbesar yang pernah ditemukan pada situs zaman pertengahan di Israel," kata Prof. Oren Tal, ketua Departemen Arkeologi Tel Aviv University.

The Knights Hospitaller, merupakan salah satu pasukan elit yang cukup berperan saat Perang Salib, konon pernah tinggal di salah satu puri di Apollonia. Tumpukan koin emas ini dibenamkan ketika masa kejatuhan situs (benteng) setelah dikepung oleh pasukan tentara Islam.

Diperkirakan, salah satu pemimpin Tentara Salib berusaha menyembunyikan koin-koin emas tersebut yang rencananya akan ia ambil lagi. Nyatanya, sejak hancur pada akhir April 1265, kawasan Apollonia tidak pernah dihuni lagi.

Emas itu ada di dalam juglat kecil dan sebagian telah rusak. Dimasukkan bersama dengan barang yang rusak dan usang, kemudian terisi pasir. Dikatakan Tal, ini dilakukan guna mengelabui dan menyembunyikan koin-koin emas tersebut.

"Jika kebetulan orang menemukan juglet, ia tidak akan melihat yang ada di dalamnya untuk menemukan koin emas. Namun, saat kita mulai menyaringnya, maka emas tersebut keluar," ujar Tal.

Halaman12
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas