• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribunnews.com
BBC

Astronot perempuan AS pertama meninggal dunia

Selasa, 24 Juli 2012 09:46 WIB

Sally Ride, perempuan Amerika Serikat pertama yang pergi ke luar angkasa, meninggal dunia dalam usia 61 tahun di La Jolla, California setelah selama 17 bulan terakhir berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya.

Sally menjadi astronot perempuan pertama AS setelah dia mengikuti misi pesawat ulang alik Challenger pada Juni 1983.

Selain itu, Sally yang saat itu berusia 32 tahun menjadi astronot termuda Amerika Serikat yang mengorbit Bumi.

Sempat menjadi atlet tenis, Sally kemudian meraih sedikitnya empat gelar akademis termasuk gelar doktor fisika.

"Misi luar angkasa bersejarah Sally Ride menjadi perhatian luas negeri ini dan membuatnya dikenal semua keluarga," demikian pernyataan Yayasan Sally Ride Science.

Sejak misi pertama Sally ke luar angkasa, hingga saat ini tercatat 45 astronot perempuan dari AS maupun negara lain menjalankan misi angkasa luar.

Dan dua astronot perempuan di antaranya bahkan menjadi komandan misi.

Namun, Sally Ride bukanlah perempuan pertama dunia yang mengorbit Bumi. Perempuan pertama adalah kosmonot Uni Soviet Valentina Tereshkova pada Juni 1963.

Pahlawan nasional

Sementara itu ucapan duka cita juga datang dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Dalam pernyataannya, Obama menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya Sally Ride.

"Sebagai seorang astronot perempuan pertama, Sally adalah seorang pahlawan nasional dan contoh teladan terbaik," kata Obama.

Sally Ride lahir dan dibesarkan di Los Angeles, California. Dia meraih delar master dan doktor ilmu fisika di Universitas Stanford.

Menurut keterangan Yayasan Sally Ride Science, dia menjadi astronot setelah membaca sebuah iklan di koran mahasiswa Universitas Stanford.

Dalam iklan itu NASA mengajak semua ilmuwan dan insinyur, termasuk para ilmuwan perempuan, untuk bergabung dengan kesatuan astronot.

Sally kemudian resmi bergabung dengan NASA pada 1978 bersama 34 orang lainnya yang menyingkirkan lebih dari 8.000 orang pelamar.

Dalam misinya ke angkasa luar, Sally bertugas mengoperasikan sebuah lengan robotik untuk membantu pembangunan sebuah satelit.

Selalu dikenang

Sally Ride dan Barack Obama

Sally Ride saat bertemu Presiden Barack Obama di Washington DC pada 2010.

Sally menjalankan misi angkasa luar keduanya pada 1984 dan dijadwalkan menjalankan misi ketiga pada saat Challenger meledak pada 1986.

Challenger meledak hanya satu menit setelah lepas landas dan menewaskan ketujuh astronot di dalamnya. Akibat tragedi ini, Amerika menghentikan program angkasa luarnya selama tiga tahun.

Setelah tragedi itu, Sally menjadi anggota komisi kepresidenan untuk investigasi tragedi Challenger. Dia juga menjadi anggota komisi serupa saat menyelidiki meledaknya Columbia saat kembali ke Bumi pada 2003 lalu.

"Sally Ride telah membuka penghalang dengan keanggunan dan profesionalisme. Dan secara harafiah mengubah wajah program angkasa luar Amerika," kata Direktur NASA Charles Bolden.

"Dia akan selalu dirindukan namun bintangnya akan selalu bersinar terang," tambah Bolden.

Setelah meninggalkan NASA, Sally menjadi guru besar di Universitas California San Diego dan menjadi peneliti di Universitas Stanford.

Pada 2001 dia membentuk Yayasan Sally Ride Science yang meluncurkan program-program sains dan publikasi untuk pelajar. Dia juga menulis lima buku sains untuk pelajar.

"Fakta sebagai perempuan Amerika yang pergi ke angkasa luar membuat harapan besar selalu mengikuti saya," kata Sally dalam sebuah wawancara pada 2008 lalu.

"Saya tak pernah memikirkan hal itu saat ini, namun saya merasa sangat terhormat telah ikut terpilih," ujarnya.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
755651 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas