Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Terdesak di Aleppo, Pemberontak Suriah Minta Tolong Sekutu

Minggu, 29 Juli 2012 18:04 WIB

Terdesak di Aleppo, Pemberontak Suriah Minta Tolong Sekutu
Yahoo News
Tentara Free Syrian Army mengecek senapannya di perbatasan Bab Al-Salam di perbatasan Turki, Minggu (22/7/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang kepala kelompok oposisi Suriah, meminta kepada Sekutu dan negara-negara di dunia, segera mengulurkan bantuan mereka kepada kelompok pemberontak, yang saat ini tengah terpojok oleh tentara Pemerintah di Kota Aleppo.

"Teman-teman kami dan Sekutu akan menanggung tanggung jawab atas pembantaian yang mengerikan yang akan terjadi di Aleppo jika mereka tidak segera bergerak cepat. Rezim ini berencana melakukan pembantaian besar di Aleppo," ujar Abdulbaset Sieda, Kepala Dewan Nasional Suriah,seperti dilansir oleh CNN, Minggu (29/7/2012).

Ia mendesak sekutu untuk bertindak di luar Dewan Keamanan PBB, karena resolusi dapat diveto disana.

"Para pemberontak berjuang dengan senjata seadanya melawan mesin pembunuh. Kita perlu senjata yang akan memungkinkan kita untuk menghentikan tank dan pesawat.Ini yang kita butuhkan," ujarnya.

Kota Aleppo, yang merupakan pusat komersial dan budaya di Suriah, menjadi medan laga antara pasukan pro Pemerintah melawan pemberontak, selama beberapa hari terakhir. Pasukan Suriah yang dilengkapi dengan senjata berat seperti arteleri menghujani pertahanan milisi pemberontak dengan rudal.

Selain itu, Pemerintah juga mengerahkan tank-tank milik mereka ke Aleppo di hari Sabtu kemarin. "Banyak orang telah tewas akibat serangan tank," ujar Deama, seorang aktivis yang tinggal di Aleppo.

Dia mengatakan, pasukan Pemerintah menembaki para pengungsi dari Homs dan Idlib yang berada di Aleppo, hal itu membuat mereka kembali mengungsi keluar dari kota. (cnn)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Willy Widianto
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas