Selasa, 3 Maret 2015
Tribunnews.com

Myanmar Harus Belajar dari Indonesia Soal Kerukunan Beragama

Senin, 13 Agustus 2012 17:28 WIB

Myanmar Harus Belajar dari Indonesia Soal Kerukunan Beragama
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pengunjukrasa mencoret tembok Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta Pusat, saat menggelar aksi peduli Muslim Rohingya, Kamis (9/8/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, Myanmar harus belajar dari Indonesia.

Menurutnya, Myanmar harus belajar dari Indonesia untuk menciptakan kerukunan umat beragama, dan hidup berdampingan antar-agama.

"Saya kira Myanmar harus belajar dari Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Di sini pun ada minoritas agama Buddha, namun mereka mendapatkan perlakuan yang adil," ujarnya.

"Mereka (Umat Buddha) mendapatkan hak yang sama selayaknya penduduk mayoritas, bagian menjadi masyarakat Indonesia. Mereka bisa menjadi apa saja, dan bisa menduduki jabatan apa saja di Indonesia," tutur Hidayat kepada Tribun di Jakarta, Senin (13/8/2012).

Indonesia yang mampu menerapkan toleransi dan keadilan antarumat beragama, lanjutnya, harus menjadi modal sosial pemerintah dalam melakukan komunikasi yang elegan terhadap Myanmar.

"Supaya bisa memahami, bahwa beragama tidak berarti harus bermusuhan. Di Indonesia, Binneka bisa menjadi Tunggal Ika, dan harus kita perjuangkan terus menerus," imbuhnya.

Menurutnya, jika terjadi penindasan terhadap Umat Islam, tidak ada yang ada yang mengatakan itu terorisme terhadap Umat Islam. Namun, jika  ada perilaku segelintir Umat Islam yang bermasalah, langsung dianggap sebagai terorisme.

Halaman12
Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas