• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Tribunnews.com
BBC

India larang suku bawa senjata tradisional

Selasa, 14 Agustus 2012 18:24 WIB
Pemberontak Maoist di India

Pemberontak Maoist menyatakan perang untuk perjuangkan rakyat miskin.

Pihak berwenang di negara bagian Chhattisgarh, India, melarang warga dari suku setempat membawa senjata-senjata tradisional di tempat-tempat umum.

Di antara senjata-senjata yang dilarang adalah panah, kapak, dan sabit.

Para pejabat kepolisian di negara bagian Chhattisgarh mengatakan langkah itu diambil sebagai akibat dari peningkatan serangan oleh pemberontak Maoist.

Seoraang juru bicara polisi di daerah Narayanpur mengatakan kepada BBC bahwa kelompok Maoist menjadikan penduduk desa dan polisi sebagai sasaran.

"Mereka memanfaatkan tradisi suku dan sulit membedakan antara Maoist dan orang suku di tempat-tempat umum. Itulah alasan kami membatasi senjata-senjata tradisional di tempat umum," kata Mayank Srivastava.

Hak petani dan buruh miskin

Polisi telah memasang pengumuman dalam bahasa Hindi dan bahasa-bahasa daerah tentang larangan tersebut dan juga sanksi yang mungkin akan diberikan kepada orang-orang yang melaranggar larangan.

Namun sejumlah kelompok suku mengecam larangan dengan mengatakan hal itu melanggar hak-hak suku asli.

Ramesh Thakur, seorang juru bicara kelompok suku Sarva Adivasi Sabha, mengatakan larangan melanggar hak warga suku untuk membawa senjata tradisonal sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar India.

"Pihak berwenang gagal mengatasi Maoist di daerah ini sehingga mereka meluapkan kemarahan kepada khalayak ramai," katanya.

Pemberontak Maoist aktif beroperasi di sepertiga dari 600 distrik di India terutama di negara bagian Chhattisgarh.

Mereka mengatakan berperang demi hak-hak kaum petani dan buruh miskin.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
832181 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas