• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Taliban serang kamp tempat Pangeran Harry berada

Sabtu, 15 September 2012 11:09 WIB

Pangeran Harry bertugas sebagai komandan helikopter Apache di Afganistan.

Pangeran Harry dilaporkan tengah berada di Kamp Bastion di Afghanistan saat Taliban menyerang kawasan tersebut.

Tetapi dalam insiden serangan yang menewaskan dua marinir Amerika Serikat tersebut dilaporkan bahwa Nato menyebut Harry ''tidak dalam kondisi bahaya''.

Pejabat AS mengatakan serangan dilakukan oleh senjata kecil, roket dan mortir ke pangkalan militer, tempat dimana pasukan sejumlah negara seperti AS, Inggris, Denmark, Estonia dan Afganistan berkumpul.

Pangeran Harry - yang merayakan ulang tahun ke 28 - saat ini memang tengah menjalani tugas keduanya di Afganistan.

Tugas pertamanya diantara tahun 2007 dan 2008 dipersingkat menjadi 10 pekan karena kehadirannya di Afganistan bocor di media internasional.

Dan untuk penempatan kali ini, Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa peran Harry sebagai komandan helikopter Apache memiliki ancaman yang ''rendah''.

Harry dijadwalkan bertugas di Afganistan selama empat bulan.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan di London mengatakan: ''Kami mengetahui adanya insiden yang berlangsung di Kamp Bastion, yang saat ini berhasil ditangani.''

Target serangan

Mayor Martyn Crighton dari pasukan Nato, Isaf, kepada BBC mengatakan bahwa serangan dilakukan oleh para pemberontak.

"Dua tentara Isaf tewas dalam serangan dan saat ini pasukan Isaf di kamp tengah melakukan pemeriksaan kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut,'' katanya.

Kamp ini merupakan pangkalan besar dengan tingkat keamanan tinggi dan menjadi bandar tersibuk karena banyaknya arus lalu lintas pesawat.

Ahmad Majidyar, dari Institut Firma Amerika kepada BBC mengatakan, Kamp Bastion menjadi target karena keberadaan Pangeran Harry di sana.

Dia mengatakan: ''Salah satu motivasi bisa jadi karena kehadiran Pangeran Harry di kamp, karena Taliban beberapa hari lalu mengancam akan menjadikan Pangeran Harry sebagai target pembunuhan. Jadi mereka mencoba melakukannya di sana.''

Pangeran Harry yang berpangkat Kapten Wales di militer tiba di Afganistan sebagai bagian dari 100 anggota Skuadron 662, Resimen 3, Korps Darat Udara.

Pangeran Harry adalah anggota keluarga Kerajaan Inggris pertama yang aktif dalam pertempuran modern sejak pamannya Pangeran Andrew terlibat dalam Perang Falkland.

Dia lolos kualifikasi sebagai pilot helikopter Apache di bulan Februari lalu setelah menjalani pelatihan keras di Inggris dan AS.

Pasukan Inggris belum pernah kehilangan satupun dari 67 Apache mereka, meski ada dua kecelakaan kecil.

Helikopter Apache didesain untuk memburu dan menghancurkan tank dan dilengkapi dengan roket, misil serta meriam otomatis.

Dalam penempatan sebelumnya, Harry menjalani tugas sebagai pengawas udara yang mengarahkan pesawat pembom Taliban di Helmand.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
933182 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas