• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Majalah Prancis terbitkan karikatur nabi

Rabu, 19 September 2012 16:58 WIB
Charlie Hebdo

Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad.

Prancis meningkatkan keamanan di sejumlah kedutaan negara itu menyusul penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah mingguan, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.

Majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong tokoh yang menggunakan surban dan kursi roda.

Karikatur tokoh di kursi roda ini dihiasi dengan tulisan, "Anda tidak boleh mengejek" dengan judul "Tidak Tersentuh 2", untuk mengacu pada film Prancis tentang orang kaya kulit putih dan asistennya yang berkulit hitam.

"Saya telah mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan di semua negara yang diperkirakan akan menimbulkan masalah," kata Fabius.

Penerbitan karikatur ini terjadi di tengah merebaknnya unjuk rasa menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhamad di Afrika utara, Asia, Timur Tengah dan Australia.

Pemuka Muslim serukan tenang

"Apakah relevan dan tepat dilakukan dalam suasana seperti ini untuk menyiram bensin ke api? Jawabannya tidak," kata Fabius kepada radio France Info.

"Saya sangat khawatir... dan saat saya lihat (karikatur) itu saya langsung mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan."

Para pemuka Muslim di Prancis - yang memiliki penduduk Islam terbesar di Eropa- menyerukan tenang.

Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad, dan dua di antaranya menunjukkan nabi dalam keadaan telanjang.

Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris diserang dengan bom molotov November lalu setelah menerbitkan karikatur nabi.

Pada tahun 2005, karikatur nabi yang diterbitkan di Denmark memicu protes di banyak negara dan menewaskan paling tidak 50 orang.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
948321 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas