Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

Badai Sandy Menewaskan Dua Orang

Selasa, 30 Oktober 2012 12:57 WIB

Badai Sandy Menewaskan Dua Orang
NET
Badai Sandy

TRIBUNNWES.COM, JAKARTA - Badai Sandy yang menerpa wilayah Timur Amerika Serikat (AS), Senin (28/10/2012), menyisakan dua orang tewas, dan dua insiden terpisah.

Menurut pemberitaan Upi.com, seorang pria tewas di wilayah Queen, Kota New York, akibat tertimpa pohon roboh, sementara seorang lainnya tewas akibat kecelakaan mobil saat kepanikan terjadi di kota Maryland.

Selain itu badai juga mengakibatkan sebuah bangunan di lingkungan Chelsea, New York roboh, dan mengirimkan puing-puing ke jalanan 8th Avenue.

Badai juga mendorong timbulnya gelombang besar dan meninggalkan jutaan orang tanpa listrik sepanjang Pantai Timur.

Sandy, yang kini dikategorikan sebagai siklon pasca tropis, melewati pesisir New Jersey pada pukul 20.00 waktu setempat (06.00 WIB), dengan angin berkecepatan 129 km/jam.

Sekitar 60 juta orang merasakan dampak dari badai ini, ratusan ribu orang telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka. Lebih dari satu juta orang saat ini tidak memiliki aliran listrik di tempat tinggal mereka.

Transportasi berhenti di kota-kota pesisir timur dan ribuan penerbangan dibatalkan.Badai ini telah menewaskan puluhan orang di Karibia.

Sandy diturunkan dari kategori topan menjadi badai Senin malam saat badai mendekati pesisir dan bertabrakan dengan sistem cuaca musim dingin.Badai Sandy mendarat di Atlantic City dekat New Jersey. Sebagian besar kota terendam air dan 30.000 warga telah diungsikan.

Di New York, 375.000 orang diperintahkan untuk meninggalkan daerah yang rendah di Manhattan dan kawasan lainnya, karena Sungai Hudson dan Sungai East mulai meluap.

Satu orang di Queens, New York, meninggal dunia akibat pohon tumbang menimpa rumahnya, kata petugas pemadam kebakaran. Saat ini 250.000 orang di Manhattan bertahan tanpa listrik.

Perdagangan di Bursa Saham New York dan Nasdaq dihentikan untuk hari kedua. Markas PBB di New York juga ditutup. (upi.com/bbc)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Rachmat Hidayat
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas