• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Pembantu di bawah umur 'disiksa' di Maroko

Kamis, 15 November 2012 19:06 WIB
Kampanye antiburuh anak-anak di Maroko

Seruan menentang penggunaan tenaga anak-anak di bawah usia 15 tahun diadakan oleh sejumlah lembaga.

Organisasi Human Rights Watch mengatakan anak-anak perempuan seusia delapan tahun, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Maroko, mengalami penyiksaan fisik.

Human Rights Watch dalam laporannya pada Kamis (15/11) menyebutkan anak-anak di bawah umur -termasuk yang masih berusia delapan tahun- dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.

Laporan berjudul Lonely Servitude - Child domestic labour in Morocco menemukan sebagian pekerja domestik anak-anak, yang sebagian besar adalah anak perempuan, bekerja keras selama 12 jam selama tujuh hari seminggu.

Mereka hanya digaji sekitar Rp100.000 per bulan. Lebih buruk lagi, kata Jo Becker dari Human Rights Watch, banyak di antara mereka mengalami berbagai macam penyiksaan dan pelecehan.

"Kami berbicara dengan sejumlah anak perempuan yang menuturkan mereka sering dipukuli oleh majikan," jelas Becker.

"Beberapa majikan memukul mereka dengan tangan, sabuk, pentungan kayu, sepatu atau pipa plastik."

Janji palsu

Jo Becker menambahkan sejumlah anak-anak mengaku mengalami pelecehan seksual dan bahkan pencobaan pemerkosaan oleh anggota keluarga majikan.

Menurutnya, banyak anak-anak terjebak dalam situasi seperti itu setelah dijanjikan akan diperlakukan secara baik dan digaji besar tetapi ternyata hanya berupa janji palsu.

Kenyataannya mereka harus bekerja keras dengan kondisi buruk dan dikungkung di dalam rumah. Sebagian dari mereka, menurut HRW, berasal dari keluarga miskin di pedesaan.

Wartawan BBC untusan urusan Afrika, Richard Hamilton, melaporkan sejauh ini sulit mendapat data pasti jumlah pekerja anak di Maroko, tetapi berdasarkan survei oleh LSM Norwegia pada 2001, diperkirakan terdapat 86.000 pembantu rumah tangga yang masih di bawah umur.

Survei pemerintah Maroko menunjukkan jumlah pembantu rumah tangga yang masih anak-anak mencapai 15.000 orang hanya di kota terbesarnya saja, Casablanca.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
1134662 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas