• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com
BBC

Australia resmikan cagar alam laut terbesar

Jumat, 16 November 2012 13:11 WIB
aussie marine

Cagar alam laut mengelilingi Australia guna melindunginya dari penangkapan ikan berlebihan dan eksplorasi minyak.

Australia meresmikan jaringan cagar alam laut terbesar di dunia guna melindungi laut yang mengelilingi negara tersebut.

Cagar alam ini seluas lebih dari 2,3 juta kilometer persegi laut, terdiri dari lima zona, telah dilindungi oleh hukum dari penangkapan ikan berlebihan dan eksplorasi minyak.

Menteri Lingkungan Tony Burke menyebutnya sebagai sejarah bagi konservasi laut.

Bagaimanapun sejumlah kelompok nelayan menolak kebijakan ini, dengan mengatakan akan merusak industri senilai jutaan dolar.

Jaringan cagar alam ini sebelumnya telah diumumkan pemerintah Australia pada Juni silam, dan secara resmi dikukuhkan dalam undang-undang lingkungan nasional Jumat (16/11).

Cagar alam yang baru dideklarasikan ini merupakan penambahan atas sejumlah zona terlindungi yang sudah ada sebelumnya di Australia, sehingga total seluruh jaringan cagar alam laut menjadi 3,1 juta kilometer persegi.

'Pemimpin dunia'

burke

Burke menyebut Australia sebagai pemimpin dunia dalam perlindungan lingkungan.

Menteri Lingkungan Burke mengatakan cagar alam ini mewakili pencapaian yang besar bagi konservasi jangka panjang laut Australia.

"Australia adalah rumah bagi sejumlah lingkungan laut yang luar biasa termasuk Ngarai Perth di barat daya Australia dan kumpulan karang yang menakjubkan di Laut Coral, dan pengumuman ini akan memuluskan jalan Australia sebagai pemimpin dunia dalam perlindungan lingkungan,'' katanya.

Lautan di sekitar Australia adalah rumah bagi berbagai jenis hiu dan tuna, karang tropis dan ngarai laut dalam.

Burke juga mengumumkan telah menyediakan dana sebesar 100 juta dolar Australia sebagai kompensasi bagi industri perikanan yang terpengaruh kebijakan tersebut.

Bagaimanapun, katanya ''proyek ini memiliki dampak yang kurang dari 1% dari total nilai produksi penangkapan ikan liar.''

Kelompok nelayan mengkritik kebijakan ini dengan menyebut alokasi dana kompensasi tidak mencukupi, dan orang yang bergerak di industri perikanan akan bangkrut.

Aliansi Laut Australia mengatakan bahwa 36.000 orang akan kehilangan pekerjaan dan biaya impor ikan laut akan meningkat, demikian seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan dia mendukung perlindungan lingkungan, tetapi mengkhawatirkan bahwa tidak ada konsultasi yang cukup, atau bukti ilmiah yang kuat untuk cagar alam ini.

Sementara kelompok konservasi menyambut undang-undang baru ini meski mengingatkan bahwa ada banyak pekerjaan lan yang harus dilakukan untuk melindungi laut Australia.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1136172 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas