Di Balik Organisasi Kejahatan Yakuza

Di Dunia Hitam Organisasi Kejahatan Yakuza yang Penting Uang, Bung!

Satu tiang sumber pencarian sindikat kejahatan Jepang atau Yakuza adalah di bidang keuangan.

Di Dunia Hitam Organisasi Kejahatan Yakuza yang Penting Uang, Bung!
IST
Seorang keturunan Korea dengan nama Ichu Nagamoto, nama asli Koreanya Son Il Chu (63) Kamis pekan ini, ditahan kepolisian Jepang karena diduga memiliki kaitan dengan sindikat yakuza, Yamaguchi-gumi.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Satu tiang sumber pencarian sindikat kejahatan Jepang atau Yakuza adalah di bidang keuangan. Kesulitan uang kelompok yakuza di Jepang bukan hanya karena hukum semakin mengetatkan upaya memonitor dunia kejahatan, tetapi juga mulai kekurangan orang. Itulah sebabnya kelompok dunia hitam keturunan, baik keturunan China mauoun keturunan Korea dimanfaatkan pula oleh kelompok yakuza Jepang. Yang penting dapat duit, itulah prinsip dasar mereka.

Seorang keturunan Korea dengan nama Ichu Nagamoto, nama asli Koreanya Son Il Chu (63) Kamis pekan ini, ditahan kepolisian Jepang karena diduga memiliki kaitan dengan sindikat yakuza, Yamaguchi-gumi.

Meskipun demikian Nagamoto menolak dugaan polisi itu dan mengatakan, "Tidak benar itu tidak ada kaitan apa pun."

Nagamoto ditangkap karena terbukti selama tujuh tahun terakhir ini melakukan bisnis peminjaman gelap, berbunga sangat tinggi serta tak punya izin dari kementerian keuangan Jepang, dan berhasil mengumpulkan uang sedikitnya 490 juta yen atau sekitar Rp 57,2 miliar (kurs Rp 116 per yen)

Usahanya itu dilakukan lewat perusahaan konsultan bernama Kamisho. Sebelumnya, Maret lalu, tertuduh juga pernah ditangkap karena berbisnis gelap dengan akta perusahaan konstruksi palsu yang telah bangkrut dengan nama Inoue Kogyo Co. Ltd.

Menurut seorang pejabat keuangan Jepang, sedikitnya 300 juta yen (Rp 35 miliar) telah dilakukan penggelapan pajak dari bisnis meminjamkan uang ilegal tersebut.

Selain itu juga tambahan penggelapan pajak 20 juta yen (Rp 2,3 miliar) untuk deklarasi pajaknya selama ini dilaporkan tidak benar.

Polisi sangat yakin sekali sebagian dari uang tersebut mengalir ke kelompok Yamaguchi-gumi, ungkapnya kepada pers di Tokyo.

Pemalsuan bidang keuangan juga dilakukan kalangan yakuza Jepang khususnya kelompok Sumiyoshi-kai  dan polisi menangkap pelakunya 6 November lalu.

Polisi menyerbut enam kantor Sumiyoshi-kai dan menangkap pimpinannya, Hirobumi Kawasuzuki (48), karena menerima transfer uang 100 juta yen (Rp 11, 6 miliar) dari  Samufa Entertainment, dengan CEO Tetsuhiro Takenaka (53).

Takenaka ditangkap polisi Juni lalu karena menerima uang hasil penipuan lewat bank. Antara tahun  2006 sampai dengan 2010 Takenaka berhasil mengumpulkan satu miliar yen dari 460 orang di Jepang dengan promosi mereka yang menginvestasikan dananya pada saham dengan program yang dinamakan "Winter Sonata" sama dengan nama drama Korea yang terkenal, dijanjikan akan mendapat bunga tinggi 400 persen setelah listing di pasar modal. Kenyataannya tak pernah listing.

Bulan Agustus 2007, Kawasuzuki bekerja pada perusahaan makanan yang berafiliasi ke Samufa Entertainment lalu menyewa sebuah kamar kantor.

Saat itu Takenaka  sebagai Direktur perusahaan makanan tersebut lalu merencanakan membuat penjualan saham palsu tersebut. Takenaka merupakan satu di antara 8 orang yang tersangka terlibat penipuan tersebut yan berujung kepada penyetoran uang kepada kelompok yakuza.

Jelas sekali saat ini kelompok yakuza Jepang mulai kebakaran jenggot, menghalalkan segala cara, lebih kelihatan terbuka khususnya di bidang finansial, karena kekuatan keuangannya mulai berkurang banyak, akibat perundangan baru di Jepang sejak Oktober tahun lalu aktif, semakin mempersempit gerak kegiatan dunia kejahatan Jepang di negerinya sendiri. Karena itu sudah sejak tahun lalu semakin banyak anggota yakuza menargetkan pencarian uangnya di luar Jepang termasuk di Indonesia. Berhati-hatilah selalu.

INTERNASIONAL POPULER

Editor: Widiyabuana Slay
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help